Hujroh - Forum Pesantren Indonesia Alumni Pesantren Indonesia Forum      Misi Hujroh
 

Main juga kesini sul:
The Ghurfah Kisah Sukses Alumni Alumni di Luar Negeri Bisnis Online Hikayah fi Ma'had Railfans Dunia Pesantren Ekonomi Islam
Forum  Alumni & Pesantren  Daftar Pesantren di Jambi 
Profil Pondok Pesantren Modern Darul Hijrah di Banjar Kalimantan Selatan
Pages: [1]

(Read 2726 times)   

Admin

  • Administrator
  • Abadan fi Ma'had
  • ***
  • Admin No Reputation.
  • Join: 2013
  • Posts: 2594
  • Logged


Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh...
Bismillahirohmanirohim...
Hai para alumnus Pondok pesantren..

Apa kabar soel? Semoga senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan senantiasa diberikan rahmat dan keistiqomahan dalam beribadah. Pendidikan pondok pesantren (ponpes) merupakan model pendidikan Islam yang banyak dipakai dan berlaku di beberapa negara Islam. Bahkan telah dipakai juga di Negara-negara non muslim dengan memakai sistem boarding school, pendidikan berasrama selama 24 jam. Namun di negara-negara itu, pendidikan boarding school telah banyak mengalami kemajuan dan perkembangan yang pesat, sedangkan lembaga pendidikan ponpes di Indonesia masih mengalami pasang surut, bahkan lebih banyak yang kurang eksis dan belum mampu berkembang pesat sebagaimana lembaga pendidikan serupa di negara-negara lainnya. Seperti halnya kondisi ponpes pada umumnya di Indonesia yang selalu mengalami pasang surut, ponpes yang berada di provinsi sumatera juga demikian. Istilah Pondok Pesantren sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat umum karena lembaga pendidikan yang berbasis pondok pesantren, Awal mula pondok pesantren berasal dari ada seorang ulama, kemudian masyarakat sekitar datang ingin belajar kepada ulama tersebut. Semakin banyak yang ingin belajar, semakin banyak pula yang berasal dari daerah lain. Akhirnya para murid tadi mendirikan pondok untuk tempat tinggal selama belajar pada ulama tersebut.Jadi yang mendirikan pondok tadi adalah murid, bukan ulamanya. Seiring dengan tuntutan masyarakat dan laju perkembangan zaman, pondok pesantren terus mengembangkan diri dan menyesuaikan program-program pendidikan agar tetap eksis dan mampu menjadi agen perubahan nilai-nilai kemasyarakatan dan budaya bangsa. Dalam sejarah bangsa Indonesia, pondok pesantren telah berhasil melahirkan tokoh-tokoh nasional yang banyak berperan dalam proses mencerdaskan bangsa. Para alumninya banyak tersebar di berbagai sektor kehidupan, ikut serta dalam pembangunan dan pengembangan masyarakat. Dengan bekal mental “berdikari” yang diperoleh dari pesantren, banyak santri yang menjadi orang sukses dalam berbagai bidang kehidupan. Selain itu, banyak pula alumni pesantren mendirikan pesantren-pesantren baru di daerahnya, sehingga kini telah tersebar di seluruh pelosok tanah air.
Pondok pesantren yang ada di provinsi Kalimantan juga pastinya mengalami pasang surut dan di provinsi ini terkenal dengan suku dayaknya namun disisi lain ada salah satu dari pondok pesantren yang merupakan pondok pesantren alumni Gontor – Jawa timur dan ane mau ngasih sedikit informasi tentang pondok pesantren tersebut dan nama pondok pesantren tersebut adalah pondok pesantren Darul Hijrah.  PP Darul Hijrah Puteri Martapura didirikan sejak tahun 1995, dengan dua tingkat pendidikan yaitu Sekolah Menengah Pertama Darul Hijrah Puteri SMP Darul Hijrah Puteri dan Sekolah Menengah Atas Darul Hijrah Puteri SMA Darul Hijrah Puteri.  Pondok Darul Hijrah Puteri ini terletak di Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, pondok ini merupakan pondok modern yang mengadopsi sistem gontor dan sejarah singkat dari pondok pesantren ini berdiri karena keinginan alumni Pondok Pesantren Modern Gontor untuk meniru almamaternya dan mendirikan pondok pesantren ala Gontor di Kalsel. Selain itu, Gontor sendiri juga memiliki obsesi untuk menciptakan seribu Gontor di seluruh penjuru Indonesia. Keinginan Gontor tersebut tumbul utamanya karena niat yang dilandasi perjuangan Islam. Di samping itu, kondisi lain yang juga memperkuat keinginan tersebut ialah banyaknya calon santri dari seluruh Indonesia yang ingin masuk ke Gontor, namun terpaksa ditolak karena ketidakmampuan Gontor untuk menampungnya. ‘
Pada tahun 1956, sejak kembalinya dari Gontor, KH Gazali Mukhtar sudah bercita-cita mendirikan pondok ala Gontor. Beliau kemudian membangun madrasah di kampung beliau sendiri, Rukam Amuntai. Namun, madrasah yang beliau dirikan tidak dapat dikembangkan menjadi pondok pesantren, karena kondisi saat itu memang belum memungkinkan. Pasalnya, mendirikan pondok sendirian tentu terlalu berat. Pada perjalanannya, sekitar tahun 1971, beliau mulai mengirim kader ke Gontor. Beliau sendiri yang mengantar langsung ke Gontor. Dalam angkatan pertama tersebut, terdapat satu anak beliau dan lima orang keponakan. Pengiriman itu terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.  Sebelum tahun 1980, beliau pernah membuat panitia persiapan pendirian pondok. Pernah pula mencari tanah untuk pondok, diantaranya di Sungkai dan Pelaihari. Namun, cita-cita ini baru terwujud setelah berdirinya PP Darul Hijrah seiring dengan terbentuknya Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Kalsel. Di lain pihak, KH Zarkasyi Hasbi Lc yang juga merupakan alumni Gontor, sejak masih mondok di Gontor, sudah diarahkan oleh pimpinan Gontor untuk mendirikan pondok di Kalsel.
Pada bulan April 1978, beliau menandatangani perjanjian untuk mendirikan sebuah pondok pesantren di Kalsel. Sebelumnya, terlebih dahulu dibentuk Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Kalsel dan pelantikan pengurus pada tahun 1983. Sekitar satu tahun kemudian, KH Abdullah Syukri Zarkasyi dan Ustadz Imam Subakir datang lagi ke Banjarmasin dalam rangka pelantikan IKPM cabang Balikpapan dan IKPM cabang Kandangan. Keduanya kembali menganjurkan kepada IKPM Kalsel agar mengusahakan pendirian pondok di Kalsel. Sebelumnya, IKPM sudah pernah mengusahakan pendirian pondok di kawasan Banua Anyar Banjarmasin dan Bintok Pelaihari, tapi tidak membawa hasil. Dari dua latar belakang dan tiga usaha embrio mendirikan pondok tersebut, semuanya tidak terlepas dari Gontor. Sehingga pada saat membuat akte notaris pendirian pondok, dikehendaki agar pimpinan PP Darul Hijrah haruslah alumni Gontor atau alumni PP Darul Hijrah sendiri.
Diatas tanah wakaf dari H Ady Syahrani seluas 15 hektar yang akte wakafnya ditanda tangani pada tanggal 14 Maret 1986, akhirnya berdirilah PP Darul Hijrah. Karena luasnya hanya sekitar 11 hektar, maka penambahan wakaf tanah seluas empat hektar sisanya dipenuhi di daerah Batung yang sekarang menjadi PP Darul Hijrah Puteri.
Secara umum, pendidikan dan pengajaran di PP Darul Hijrah dimulai pada bulan Agustus 1986. Karena terlambat dari tahun ajaran yang semestinya, yaitu bulan Juli, sehingga santri pertamanya hanya empat orang. Sedangkan PP Darul Hijrah Putri sendiri baru beroperasi pada tahun pelajaran 1997/1998.

Informasi itu saja yang bisa ane bagikan dan semoga bermanfaat buat teman – teman yang berdomisili di kota tersebut dan bisa dijadikan referensi buat mengeyam pendidikan ke lembaga pendidikan pondok pesantren dan untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi ke nomer telephone   0811-5128-722 atau bisa datang langsung ke pondok pesantren di jalan Jalan Karang Tengah No. 28, RT.08 / RW.03, Cindai Alus, Martapura, Syamsudin Noor, Landasan Ulin, Banjar, Kalimantan Selatan 70612.
Salam Sejahtera dan salam ukhuwah islamiyah...
Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh...
« Last Edit: 21 Aug, 2018, 05:53:34 by Admin »