Hujroh - Forum Pesantren Indonesia Alumni Pesantren Indonesia Forum      Misi Hujroh
 

Main juga kesini sul:
The Ghurfah Kisah Sukses Alumni Alumni di Luar Negeri Bisnis Online Hikayah fi Ma'had Railfans Dunia Pesantren Ekonomi Islam
Forum  Hujroh  The Ghurfah 
PENGARUH JUMLAH BIBIT PER LUBANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI VARIETAS
Pages: [1]

(Read 22 times)   

liaapri

  • Proletar
  • *
  • liaapri No Reputation.
  • Join: 2020
  • Posts: 168
  • Logged

F.   Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian ini dilakukan dalam 5 tahap, yaitu persiapan persemaian, pengolahan tanah sawah, penanaman bibit dan pemupukan, pemeliharaan, serta tahap pemanenan dan pengukuran parameter penelitian.
1.   Persiapan persemaian

Persiapan persemaian dilakukan 25 hari sebelum tanam. Luas pembibitan 5  %  dari  luas  sawah  yang  akan  ditanami  padi  yaitu  seluas  2  m*.  Tempat pembibitan dicangkul kemudian digaru sampai menjadi lumpur. Lumpur kemudian diratakan dan dibuat 4 bedengan. Bedengan petak persemaian yang sudah dibuat, airnya dikurangi sehingga permukaan persemaian bebas dari genangan air. Sebelum benih disebar, bedengan dipupuk dengan pupuk TSP sebanyak  10  gram/  m*  atau  kurang  lebih  setara  dengan  100  kg  TSP/ha  . Benih Padi Fatmawati yang sudah dipilih direndam dalam larutan 100 gram Garam dapur untuk memisahkan benih yang ringan dengan yang berat. Benih yang sudah terpilih direndam di dalam air selama 24 jam dan air perendamnya diganti setiap 12 jam. Benih kemudian diangkat dari perendaman dan diletakkan di atas lembaran karung goni yang telah dibasahi sampai jenuh. Selanjutnya disimpan pada tempat yang teduh selama 48 jam (  Anonim, 1982).
 



Benih yang sudah diperam selama 48 jam selanjutnya dikeluarkan dari karung goni. Benih padi ditaburkan dengan kerapatan 2 genggam untuk setiap meter persegi. Selesai menabur, maka benih dibenamkan ke dalam lumpur dengan menekan-nekankan telapak tangan sampai tertutup tipis dengan lumpur. Pada umur 10 hari setelah sebar, dilakukan pemupukan Urea dengan dosis 25 gram/m* atau setara dengan 250 kg Urea/ha.
2.   Pengolahan tanah sawah

Dua minggu sebelum tanam tanah dibajak dengan traktor yaitu tanah dibalik dan dibiarkan terjemur selama satu minggu.Kemudian digenangi air selama 4 hari sehingga diharapkan semua gulma mati. Pembajakan kedua dilakukan 3 hari sebelum tanam, kemudian tanah diratakan dengan cara digaru sambil sisa tanaman atau gulma yang masih ada dibersihkan.
3.   Penanaman bibit dan pemupukan

Sebelum tanam bibit, dilakukan pemupukan Urea pertama dengan dosis  1/5  bagian  dari  dosis  seluruhnya  yaitu  sebanyak  200  gram  Urea/m* atau setara dengan 250 kg Urea/ ha. Penanaman bibit dilakukan dengan sistem tanam tandur jajar berjarak tanam 20 x 20 cm. Bibit padi yang telah berumur
20 hari di persemaian dengan 5 helai daun siap dipindah tanamkan ke persawahan. Jumlah bibit per lubangnya sesuai dengan prosedur perlakuan penelitian yaitu 1 bibit, 3 bibit, 4 bibit dan 5 bibit. Pada saat tanaman berumur 30 hari setelah tanam, dilakukan pemupukan Urea kedua sebanyak ½ bagian dari   dosis   seluruhnya   atau   sebanyak   500   gram/40   m*.   Selanjutnya pemupukan  Urea  terakhir  dilakukan  pada  saat  tanaman  berumur  52  hari
 



setelah tanam sebanyak 3/10 bagian dari dosis seluruhnya atau sebanyak 300 gram Urea/ 40 m*  (Anonim, 1990).
4.   Pemeliharaan

Pemeliharaan dan pembersihan gulma dilakukan secara manual pada saat tanaman berumur 15 hari dan 40 hari setelah tanam (Anonim, 1990). Pengendalian hama walang sangit dilakukan ketika tanaman berada pada stadia masak susu, yaitu dengan menyemprotkan Dharmabas dengan dosis 100 ml/ 20 liter air (Anonim, 1982). Pengukuran faktor lingkungan yang meliputi suhu udara, kelembaban udara, intensitas cahaya dan pH tanah dilakukan setiap satu minggu sekali yang dilakukan pada jam 09.00 – 11.00 WIB.
5.   Pemanenan dan pengukuran parameter penelitian.

Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan per-rumpun dan jumlah anakan produktif per-rumpun dilakukan setelah tanaman berumur 50 hari setelah tanam. Pada saat tanaman berumur
115 hari dilakukan pemanenan dan pengukuran parameter produksi yang meliputi berat gabah basah, berat gabah kering dan berat 1000 butir .