Hujroh - Forum Pesantren Indonesia Alumni Pesantren Indonesia Forum      Misi Hujroh
 

Main juga kesini sul:
The Ghurfah Kisah Sukses Alumni Alumni di Luar Negeri Bisnis Online Hikayah fi Ma'had Railfans Dunia Pesantren Ekonomi Islam
Forum  Hujroh  The Ghurfah 
PENGARUH JUMLAH BIBIT PER LUBANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI VARIETAS
Pages: [1]

(Read 21 times)   

liaapri

  • Proletar
  • *
  • liaapri No Reputation.
  • Join: 2020
  • Posts: 168
  • Logged

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A.   Hasil Penelitian

Hasil pengukuran pertumbuhan dan produktivitas padi Fatmawati yang diberi perlakuan jumlah bibit per lubang yang dianalisis berdasarkan enam parameter yaitu jumlah anakan per rumpun, jumlah anakan produktif, berat gabah basah, berat gabah kering, dan berat 1000 butir gabah disajikan dalam tabel 7 dan 8.
Tabel 7. Rata-rata Hasil Pengukuran Pengaruh Jumlah Bibit Per Lubang Terhadap Tinggi Tanaman, Jumlah Anakan Per Rumpun dan Jumlah Anakan Produktif.


Kelompok perlakuan   Parameter   pertumbuhan
   Rata-rata tinggi tanaman
(cm)   Rata-rata jumlah anakan
per rumpun   Rata-rata jumlah anakan
produktif
J.A (Kontrol- 4 bibit per lubang)   101,0   6.3   5,5
J.B (1 bibit per lubang)   100,0   6,5   6,5
J.C (3 bibit per lubang)   100,1   5,2   5,2
J.D (5 bibit per lubang)   100,7   3,5   3,5


Tabel 8. Rata-rata Hasil Pengukuran Pengaruh Jumlah Bibit Per Lubang Terhadap Berat Gabah Basah (gr), Berat Gabah Kering (gr), Berat 1000 Butir Padi (gr).


Kelompok perlakuan   Parameter produksi
   Rata-rata berat gabah basah
(gram)   Rata-rata berat
gabah kering (gram)   Rata-rata berat 1000 butir
gabah (gram)
J.A (4 bibit per lubang)   1237,0   1035,0   17,22
J.B (1 bibit per lubang)   1536,0   1287,0   23,63
J.C (3 bibit per lubang)   1310,0   1102,0   19,08
J.D (5 bibit per lubang)   1204,0   1009,0   19,58



1
 



Dari tabel 7 dan 8 dapat dilihat bahwa nilai rata-rata pada setiap taraf perlakuan berbeda-beda. Untuk mengetahui apakah perbedaan tersebut signifikan atau tidak, maka dilakukan uji statistik dengan menggunakan Analisis Varian (ANAVA) satu arah untuk tiap parameter yang diamati yang ringkasan hasilnya dapat dilihat dalam tabel 9 dan 10.
Tabel 9. Ringkasan Hasil Analisis Varian Satu Arah Pengaruh Jumlah Bibit Per Lubang Terhadap Tinggi Tanaman dan Jumlah Anakan Per Rumpun dan Jumlah Anakan Produktif.


Parameter   SK   Db   JK   KT   Fh   Ft
5%
Tinggi tanaman   Perlakuan
Galat   3
36   7,182
399,561   2,394
11,099   0,216   2,87
   Total   39   406,743         
Jumlah anakan
per rumpun   Perlakuan
Galat   3
36   56,675
26,7   18,89
0,74   16,667*   2,87
   Total   39   83,375         
Jumlah anakan
produktif   Perlakuan
Galat   3
36   46,675
21,100   15,558
0,586   26,545*   2,87
   Total   39   67,775         
Keterangan: *) signifikan

Tabel 10. Ringkasan Hasil Analisis Varian Satu Arah Pengaruh Jumlah Bibit Per Lubang Terhadap Berat Gabah Basah (gr), Berat Gabah Kering (gr), dan Berat 1000 Butir Padi (gr)

Parameter   SK   Db   JK   KT   Fh   Ft
5%
Berat gabah
basah   Perlakuan
Galat   3
36   0,671
0,703   0,224
1,954.10-02   11,447*   2,87
   Total   39   1,374         
Berat gabah kering   Perlakuan Galat   3
36   0,472
0,465   0,157
1,291.10-02   12,185*   2,87
   Total   39   0,937         
Berat 1000
butir gabah   Perlakuan
Galat   3
36   254,619
179,851   84,873
4,996   16,989*   2,87
   Total   39   434,470         
Berdasarkan hasil analisis varian pada tabel 10 dan 11, terlihat bahwa pada parameter  tinggi  tanaman  Fh<  Ft  pada  taraf signifikan   5 % sehingga tidak
 



signifikan. Pada parameter selain tinggi tanaman menunjukkan bahwa Fh>  Ft pada taraf signifikan 5%, hal ini berarti bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh jumlah bibit per lubang terhadap pertumbuhan dan produksi padi dapat diterima. Untuk mengetahui taraf perlakuan mana yang mengakibatkan perbedaan secara nyata dengan taraf perlakuan lainnya maka dilakukan uji BNT yang hasilnya disajikan pada tabel 11-12.
Tabel 11. Ringkasan Uji BNT Pengaruh Jumlah Bibit Per Lubang Terhadap Tinggi Tanaman Jumlah Anakan Per Rumpun dan Jumlah Anakan Produktif.


Kelompok perlakuan   Parameter pertumbuhan
   Tinggi
tanaman (cm)   Jumlah anakan
per rumpun   Jumlah anakan
produktif
J.A (Kontrol- 4 bibit per lubang)   101,030 a   6,3 c   5,5 b
J.B (1 bibit perlubang)   100,024 a   6,5 c   6,5 c
J.C (3 bibit per lubang)   100,140 a   5,2 b   5,2 b
J.D (5 bibit per lubang)   100,785 a   3,5 a   3,5 a
BNT 5%   3,009   0,77   0,691
Keterangan: - Angka-angka dalam satu kolom yang diikuti dengan huruf yang sama berarti tidak berbeda nyata pada taraf signifikasi 5%

Tabel 12. Ringkasan Uji BNT Pengaruh Jumlah Bibit Per Lubang Terhadap Berat Gabah Basah (gr), Berat Gabah Kering (gr) dan Berat 1000 Butir Padi (gr).


Kelompok perlakuan   Parameter produksi
   Berat gabah
basah (gram)   Berat gabah kering
(gram)   Berat 1000 butir
gabah (gram)
J.A (Kontrol- 4 bibit per lubang)   1237,0 a   1035,0 a   17,22 a
J.B (1 bibit perlubang)   1536,0 b   1287,0 c   23,63 c
J.C (3 bibit per lubang)   1310,0 a   1102,0 b   19,09 b
J.D (5 bibit per lubang)   1204,0 a   1009,0 a   17,75 a
BNT 5%   0,2126   0,1026   2,019
Keterangan: - Angka-angka dalam satu kolom yang diikuti dengan huruf yang sama berarti tidak berbeda nyata pada taraf signifikasi 5%
Hasil uji BNT untuk parameter tinggi tanaman yang terlihat pada tabel 11 dan 12 di atas menunjukkan bahwa taraf perlakuan A (kontrol/ 4 bibit per lubang) tidak berbeda nyata dengan dengan taraf perlakuan B ( 1 bibit per lubang), taraf
 



perlakuan C (3 bibit per lubang) dan taraf perlakuan D (5 bibit per lubang). Pada parameter jumlah anakan per rumpun dan jumlah anakan produktif per rumpun antara taraf perlakuan A (kontrol 4 bibit per lubang) tidak berbeda nyata dengan taraf perlakuan 3 bibit per lubang, tetapi berbeda nyata dengan taraf perlakuan 1 per lubang bibit dan 5 bibit per lubang. Pada parameter produksi padi, hasil uji BNT menunjukkan bahwa jumlah ankan produktif, berat gabah basah, berat gabah kering dan berat 1000 butir padi pada taraf perlakuan kontrol tidak berbeda nyata dengan taraf perlakuan C ( 3 bibit per lubang) dan D ( 5 bibit per lubang), tetapi berbeda nyata dengan taraf perlakuan B ( 1 bibit per lubang).
Selanjutnya untuk menguji signifikansi masing- masing taraf perlakuan, maka dilakukan uji Regresi yang hasilnya disajikan pada tabel 13.
Tabel 13. Ringkasan Hasil Uji Regresi Pengaruh Jumlah Bibit Per Lubang Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Fatmawati

Variabel Tergantung   Model Regresi   F
hitung   F
tabel   Keterangan
Tinggi tanaman (Tt)   Tt = 99,731 + 0,235 JB   0,457   4,098   Tidak signifikan
Jumlah anakan (Ja)   Ja = 7,097 – 0,691 JB   50,837   4,098   Signifikan
Jumlah anakan produktif (Jap)   Jap = 7,283 – 0,649 JB   45,163   4,098   Signifikan
Berat gabah basah (kg) (Bgb)   Bgb = 1600 – 0,086 JB   33,195   4,098   Signifikan
Berat gabah Kering (kg) (Bgk)   Bgk = 1,342 – 0,072 JB   35,495   4,098   Signifikan
Berat 1000 butir (B1000)   B1000 = 24,609 – 1,596 JB   39,999   4,098   Signifikan
Keterangan:
Variabel Bebas: Jumlah Bibit per lubang (JB)
Jika F hitung > F tabel, maka berarti bahwa perlakuan tersebut adalah signifikan.
 



Gambar diagram pencar dan garis persamaan regresinya disajikan pada gambar 3- 6 berikut ini:

 
 
Keterangan: 1.00
 
x : Jum2.l00ah bibit p3e.00r lxubang 4.00    5.00
y : tinggi tanaman (cm)
 
Gambar 3. Gambar Diagram Pencar dan Garis Persamaan Regresi Pengaruh Jumlah Bibit per Lubang Terhadap Tinggi Tanaman.



Linear Regression
9.00

8.00

7.00

6.00

5.00

4.00

3.00

2.00

1.00


1.00   2.00   3.00   4.00   5.00

x
Keterangan:   x : Jumlah bibit per lubang
y : jumlah anakan per rumpun
Gambar 4. Gambar Diagram Pencar dan Garis Persamaan Regresi Pengaruh Jumlah Bibit Per Lubang Terhadap Jumlah Anakan Per Rumpun.
 





Linear Regression
9.00

8.00

7.00

6.00

y   5.00
4.00

3.00

2.00

1.00


1.00   2.00   3.00   4.00   5.00
Keterangan:   x : Jumlah bibit per lubang
y : jumlah anakan produktif
Gambar 5. Gambar Diagram Pencar dan Garis Persamaan Regresi Pengaruh Jumlah Bibit Per Lubang Terhadap Jumlah Anakan Produktif.




2.00
Linear Regression



1.50


y
1.00



0.50


 

0.00
 

1.00   2.00   3.00   x
 


4.00   5.00
 

Keterangan:   x : Jumlah bibit per lubang
y : berat gabah basah (Kg)
Gambar 6. Gambar Diagram Pencar dan Garis Persamaan Regresi Pengaruh Jumlah Bibit Per Lubang Terhadap Berat Gabah Basah (kg)
 






Linear Regression




y








Keterangan:   x : Jumlah bibit per lubang
y : berat gabah kering (Kg)
Gambar 7. Gambar Diagram Pencar dan Garis Persamaan Regresi Pengaruh Jumlah Bibit Per Lubang Terhadap Berat Gabah Kering (Kg)

 


30.00 

25.00 ◆
◆   
20.00 

15.00
 







◆         
◆   

   ◆

 




◆
◆

 
Linear Regression
 

10.00
 
y = 24.61 + -1.60 * x
R-Square = 0.51
 

5.00


1.00   2.00   3.00   4.00   5.00
x

Keterangan:   x : Jumlah bibit per lubang

y : berat 1000 butir (gr)
Gambar 8. Gambar Diagram Pencar dan Garis Persamaan Regresi Pengaruh Jumlah Bibit Per Lubang Terhadap Berat 1000 Butir (gr).


Hasil uji Regresi pada berbagai taraf perlakuan menunjukkan bahwa pada parameter tinggi tanaman tidak menunjukkan perbedaan hasil yang signifikan karena F hitung < F tabel. Sedangkan pada parameter yang lain yaitu jumlah
 



anakan, jumlah anakan produktif, berat gabah basah, berat gabah kering dan berat 1000 butir gabah menunjukkan perbedaan hasil yang signifikan karena F hitung > F tabel.