Hujroh - Forum Pesantren Indonesia Alumni Pesantren Indonesia Forum      Misi Hujroh
 

Main juga kesini sul:
The Ghurfah Kisah Sukses Alumni Alumni di Luar Negeri Bisnis Online Hikayah fi Ma'had Railfans Dunia Pesantren Ekonomi Islam
Forum  Hujroh  The Ghurfah 
PENGARUH JUMLAH BIBIT PER LUBANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI VARIETAS
Pages: [1]

(Read 21 times)   

liaapri

  • Proletar
  • *
  • liaapri No Reputation.
  • Join: 2020
  • Posts: 168
  • Logged

B.   Pembahasan

Berdasarkan data yang diperoleh, hasil uji ANAVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada semua parameter pertumbuhan dan produksi selain tinggi tanaman (tabel 9-10 ). Hasil tersebut diatas dimungkinkan dapat terjadi karena banyaknya jumlah bibit per lubang yang ditanam dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Penggunaan bibit per lubang tanam hingga 3-5 bibit, akan dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman dalam rumpun tersebut. Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh kompetisi antar individu tanaman padi (intra specific competition). Tanaman yang ditanam dengan jumlah bibit per lubang yang banyak (lebih dari 3 bibit  per lubang) akan menghasilkan populasi tanaman per rumpun yang lebih banyak sehingga pengaruh kompetisi antar individu dalam memperoleh berbagai faktor tumbuh tanaman dalam satu rumpun akan lebih besar apabila dibandingkan dengan tanaman yang ditanam tunggal (1 bibit per lubang). Semakin tinggi tingkat kompetisi suatu individu tanaman dengan individu tanaman yang lain dalam suatu komunitas yang mempunyai sumberdaya yang terbatas akan menyebabkan anakan individu tersebut akan saling terpengaruh. Pengaruh ini dapat dilihat dari terhambatnya pertumbuhan tanaman, bahkan dapat berakibat terhadap penurunan hasil produksi tanaman. Untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang baik dan
 



memberikan hasil yang tinggi, maka unsur hara tanaman yang tersedia yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman harus dalam keadaan cukup (Anonim, 1982).
Pertambahan tinggi tanaman padi berlangsung normal apabila sel-sel meristem pucuk dan meristem aksilaris selalu aktif membelah dan mengalami pembentangan. Pembentangan sel-sel meristem membutuhkan materi organik sebagai komponen struktural dan fungsional sel. Unsur hara yang terkandung di dalam tanah mengandung senyawa karbon yang diperlukan untuk sintesis karbon, pigmen, protein, enzim dan hormon. Selain itu unsur hara yang tersedia dengan cukup akan memperlancar proses areasi dalam tanah dan respirasi sel menjadi lebih optimal (Ismunadji, M dan S. B. Manurung. 1989). Proses-proses fisiologi tersebut secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi pembelahan dan pembentangan sel sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman dapat lebih optimal. Berdasarkan hasil uji BNT yang disajikan pada tabel 11-12, perlakuan 1 bibit per lubang menunjukkan hasil yang berbeda nyata terhadap perlakuan kontrol dan perlakuan jumlah bibit per lubang yang lain. Hal ini berarti bahwa perlakuan 1 bibit per lubang tidak berpengaruh terhadap parameter pertumbuhan dan produksi padi. Selanjutnya dari hasil uji Regresi (tabel 13) terlihat bahwa pada parameter tinggi tanaman tidak menunjukkan hasil yang signifikan pada semua taraf perlakuan. Hal ini disebabkan karena padi varietas Fatmawati mempunyai sifat genetik tinggi tanaman hanya mencapai 95-110 cm saja. Faktor genetik dan jarak tanam yang homogen sangat membatasi ruang pertumbuhan tanaman, sehingga tidak terlihat adanya perbedaan yang signifikan pada perlakuan jumlah bibit per lubang yang berbeda-beda. Periode waktu
 



pertumbuhan pada tanaman padi berhubungan erat dengan memanjangnya batang. Batang akan lebih panjang pada varietas yang mempunyai jangka waktu pertumbuhan yang lebih panjang. Dalam hal ini, varietas padi dapat dikategorikan pada 2 kelompok yaitu: varietas berumur pendek yang matang dalam 105-120 hari dan varietas umur panjang yang matang dalam 150 hari. Pada padi varietas umur pendek seperti padi Fatmawati, buku kelima dari batang, di bawah kedudukan malai, memanjang hanya 2-4 cm terlihat kasat mata sebelum pembentukan malai. Anakan maksimum, memanjangnya batang, dan pembentukan malai terjadi nyaris simultan pada varietas ini. Sedangkan pada padi varietas umur panjang  (150  hari), terdapat yang disebut log periode vegetatif dimana anakan maksimum terjadi. Proses ini diikuti juga oleh memanjangnya batang atau ruas batang (internode), dan akhirnya sampai ke tahap pembentukan malai (Anonim, 2001). Untuk lebih jelasnya, pengaruh jumlah bibit per lubang terhadap pertumbuhan tanaman padi Fatmawati dapat dilihat pada gambar histogram berikut ini:





Gambar 9. Histogram Pengaruh Jumlah Bibit Per Lubang Terhadap Rata-rata Tinggi Tanaman (cm)


8

7
6
5
4
3
2      J.A
J.B
J.C
J.D
               
               
                  
                  
                     
                     
rata-rata jumlah ankan per rumpun
Gambar 10. Histogram Pengaruh Jumlah Bibit Per Lubang Terhadap Rata-rata Jumlah Anakan Per Rumpun
 



Berat gabah sebagai parameter produksi padi karena gabah merupakan hasil penimbunan fotosintat yang disimpan terutama dalam bentuk karbohidrat setelah dipakai untuk pertumbuhan organ-organ lain. Untuk berat gabah basah hasil tersebut masih mengandung air, sedangkan pada berat gabah kering kandungan air yang tersimpan sudah berkurang. Hasil uji BNT seperti yang terlihat pada tabel 11- 12 menunjukkan bahwa untuk kedua parameter tersebut pada taraf perlakuan 1 bibit per lubang menghasilkan berat yang lebih besar daripada kontrol, hal ini dimungkinkan karena pertumbuhan dan perkembangan tanaman pada fase vegetatif berlangsung secara optimal terutama pada parameter jumlah anakan produktif sehingga dengan meningkatnya jumlah anakan produktif tersebut dapat menyebabkan kenaikan pada produksi padi.
Pada parameter berat 1000 butir gabah berdasarkan hasil uji Regresi pada tabel 13 diperoleh hasil yang signifikan. Sehingga dapat diartikan bahwa penanaman 1 bibit per lubang berpengaruh positif terhadap berat 1000  butir gabah. Adanya perbedaan dalam Berat 1000 butir gabah antar perlakuan ini disebabkan karena besarnya butiran gabah yang dihasilkan tidak sama pada masing- masing taraf perlakuan. Pada saat pembungaan terjadi, pengisian butir gabah dengan asimilat sangat ditentukan oleh hasil dari proses fotosintesis tanaman. Proses fotosintesis akan berlangsung optimal apabila didukung oleh faktor lingkungan yang baik, seperti jarak tanam yang sesuai, sinar matahari yang cukup serta kompetisi antar individu dalam satu rumpun tanaman. Pada perlakuan 1 bibit per lubang, tanaman dapat memperoleh akses hara yang lebih maksimal sehingga fotosintesis dapat berjalan optimum dan hasilnya dapat terakumulasi
 



pada butir gabah yang dihasilkan ( Ismunadji, M dan S.B. Manurung. 1989). Untuk lebih jelasnya, pengaruh jumlah bibit per lubang terhadap produksi padi Fatmawati dapat dilihat pada gambar histogram berikut ini:
Gambar 11. Histogram Pengaruh Jumlah Bibit Per Lubang Terhadap Rata-rata Berat Gabah Basah (gr) dan Berat Gabah Kering (gr)



Gambar 12. Histogram Pengaruh Jumlah Bibit Per Lubang Terhadap Rata-rata Jumlah Anakan Produktif dan Berat 1000 Butir (gr)