Hujroh - Forum Pesantren Indonesia Alumni Pesantren Indonesia Forum      Misi Hujroh
 

Main juga kesini sul:
The Ghurfah Kisah Sukses Alumni Alumni di Luar Negeri Bisnis Online Hikayah fi Ma'had Railfans Dunia Pesantren Ekonomi Islam
Forum  Hujroh  The Ghurfah 
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATERI STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN DENGAN PEND
Pages: [1]

(Read 20 times)   

liaapri

  • Proletar
  • *
  • liaapri No Reputation.
  • Join: 2020
  • Posts: 168
  • Logged

3.   Aktivitas Peserta Didik Selama Pembelajaran
Data ini menggambarkan aktivitas peserta didik selama pembelajaran.
Data aktivitas peserta didik seperti disajikan pada Tabel 3 dibawah ini:
 
Tabel 3  Ringkasan Data Aktivitas Peserta Didik Selama Pembelajaran   
No   Kriteria   Jumlah   %
1   Peserta didik dengan kriteria aktivitas rendah   0   0
2   Peserta didik dengan kriteria aktivitas cukup   0   0
3   Peserta didik dengan kriteria aktivitas tinggi   67   97,1
4   Peserta didik dengan kriteria aktivitas sangat tinggi   2   2,9
Keaktifan peserta didik secara klasikal   -   100
Keterangan: Data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 18 hal 152
Berdasarkan Tabel 3 terlihat bahwa peserta didik dengan “aktivitas tinggi” 67 orang (97,1%), “aktivitas sangat tinggi” 2 orang (2,9%), sedangkan peserta didik dengan “aktivitas rendah” dan” aktivitas cukup” 0%. Sehingga dapat diketahui keaktifan peserta didik secara klasikal adalah 100% dengan rata- rata aktivitas peserta didik tinggi.

4.   Tanggapan Peserta Didik Terhadap Kelayakan Modul
Data ini untuk menjaring pendapat peserta didik tentang kelayakan modul materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan yang telah digunakan dalam pembelajaran. Hasil analisis angket dapat dilihat pada Tabel 4 sebagai berikut: Tabel 4 Ringkasan Tanggapan Peserta Didik Terhadap Kelayakan Modul
Keterangan: Data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 9 hal 123
Berdasarkan Tabel 4 dapat diketahui bahwa, peserta didik berpendapat modul materi struktur dan fungsi jaringan termasuk sangat tidak memenuhi
kriteria kelayakan sebagai bahan ajar 0%. Peserta didik yang berpendapat modul termasuk tidak memenuhi kriteria kelayakan 0%, kurang memenuhi kriteria kelayakan 0%, memenuhi kriteria kelayakan 73,9%, dan yang berpendapat  modul sangat memenuhi kriteria kelayakan sebagai bahan ajar 26,1%.
5.   Tanggapan Guru Terhadap Kelayakan Modul
Untuk mengetahui kelayakan modul, selain menjaring pendapat peserta didik melalui angket juga menjaring pendapat guru melalui wawancara. Hasil dari analisis wawancara dengan guru dapat dilihat dari Tabel 5 sebagai berikut: Tabel 5 Ringkasan Pendapat Guru Tentang Kelayakan Modul
No   Indikator   Hasil
1   Kesan guru terhadap pembelajaran materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan menggunakan modul sebagai bahan ajar dengan pendekatan JAS.
2   Pendapat guru tentang modul dengan pendekatan JAS apakah mampu membantu dan mempermudah dalam mengajar materi stuktur dan fungsi jaringan tumbuhan.
3   Pendapat guru tentang isi atau cakupan materi dalam modul.
4   Pendapat guru tentang tata bahasa dan ejaan yang ada dalam modul.
5   Pendapat guru tentang komposisi gambar dan tulisan yang tertera dalam modul.
6   Pendapat guru tentang penggunaan huruf cetak atau ukuran huruf yang ada dalam modul.

Sangat menarik karena disertai gambar- gambar yang berwarna, materinya ringkas tapi lengkap terutama karena adanya penjelasan dengan kultur jaringan yang dibuku-buku SMA sangat terbatas.
Modul mudah dimengerti, terstruktur dan isinya bagus.
Ya, cakupan materinya sudah sesuai untuk mencapai SK dan KD yang telah ada.
Ya, tata bahasanya mudah dan dapat dipahami.
Ya, gambarnya juga sudah sesuai dengan materi.
Cukup proposional, tulisannya juga sudah jelas sehingga mudah dibaca.
7   Pendapat guru apakah penyajian materi dalam modul sudah runtut dan
sistematis.   Ya.
8   Pendapat guru tentang tugas-tugas dan pertanyaan-pertanyaan yang tertera dalam modul.   Sangat bagus karena dapat membantu sekaligus memaksa peserta didik untuk selalu belajar sehingga mereka paham. Untuk peta konsep memang banyak peserta didik yang mengalami kesulitan karena masih baru bagi mereka, karena
sangat jarang digunakan guru.
9   Pendapat guru tentang aktivitas peserta didik dalam pembelajaran materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan menggunakan modul.   Rata-rata meningkat, mereka sangat antusias apalagi dengan adanya praktikum kultur jaringan yang sebelumnya belum pernah dilakukan di
SMA N 1 Semarang.
10   Pendapat guru apakah mengalami kesulitan menggunakan modul dalam pembelajaran.   Sebenarnya saya tidak terlalu menggalami kesulitan karena selama praktikum selain modul juga ada petunjuk kerja, hanya saja karena praktikum kultur jaringan belum pernah dilakukan jadi masih perlu banyak bertanya sehingga sering kekurangan
waktu.
11   Pendapat guru tentang pembelajaran menggunakan modul dengan pendekatan JAS dibandingkan dengan pembelajaran sebelumnya tanpa menggunakan modul.   Saya rasa lebih bagus karena dalam pembelajarannya dengan JAS peserta didik diajak untuk melihat dan memperhatikan sekeliling mereka.
Internet memang bukan sesuatu yang baru, tetapi pergi ke toko pupuk untuk mencari media pengganti MS adalah sesuatu yang baru dan sangat menantang walaupun saya rasa tidak yakin semua mau melaksanakannya. Apalagi ada
praktikum kultur jaringannya yang
12   Pendapat guru adakah kelebihan yang dapat ditemukan selama proses pembelajaran menggunakan modul dengan pendekatan JAS.
13   Pendapat guru adakah kekurangan dalam modul yang perlu disempurnakan.
14   Pendapat guru apakah tertarik menerapkan modul dengan pendekatan JAS pada materi biologi lain.
15   Pendapat guru tentang kelayakan modul materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dengan pendekatan sebagai bahan ajar.
memberikan pengalaman baru.
Lebih menarik karena disertai gambar- gambar yang berwarna, ilustrasinya juga menarik dan mudah dipahami. Dan yang membedakan modul ini dengan buku atau bahan ajar sejenis adalah adanya informasi tentang kultur jaringan yang jauh lebih lengkap.
Lebih bagus apabila modul dan petunjuk kerja dijadikan satu bendel sehingga tidak terpisah.
Ya, saya sangat tertarik sekaligus tertantang untuk dapat membuat dan menerapakan modul yang serupa untuk materi lain.
Saya rasa bahan ajar ini sudah layak diterapkan dalam pembelajaran.
 
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi SMA Negeri 1 Semarang yaitu Ibu Siti Nurrochmi modul sudah menarik, isinya lengkap, tata bahasanya mudah dipahami, penyajiannya runtut dan sistematis sesuai dengan SK dan KD, dapat meningkatkan aktivitas peserta didik sehingga sudah layak diterapkan dalam pembelajaran.