Hujroh - Forum Pesantren Indonesia Alumni Pesantren Indonesia Forum      Misi Hujroh
 

Main juga kesini sul:
The Ghurfah Kisah Sukses Alumni Alumni di Luar Negeri Bisnis Online Hikayah fi Ma'had Railfans Dunia Pesantren Ekonomi Islam
Forum  Hujroh  The Ghurfah 
STUDI TIPE MORFOLOGI KULIT POHON INANG DAN JENIS PAKU EPIFIT DALAM UPAYA MENUNJA
Pages: [1]

(Read 41 times)   

liaapri

  • Abadan fi Ma'had
  • ***
  • liaapri No Reputation.
  • Join: 2020
  • Posts: 579
  • Logged

HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Jenis-Jenis Paku Epifit yang ditemukan di Taman Hutan Raya Ronggo Soeryo Cangar

Jenis tumbuhan paku epifit yang ditemukan di Taman Hutan Raya Ronggo Soeryo Cangar diperoleh 12 jenis paku epifit yang terbagi  menjadi 5 suku. Jenis-jenis paku tersebut disajikan dalam tabel 4.1 berikut ini:
Tabel 4.1 Tumbuhan paku epifit yang ditemukan di Taman Hutan Raya Ronggo Soeryo Cangar
No   Nama Lokal   Nama Ilmiah   Suku
1   Paku Sarang burung   Asplenium nidus   Aspleniaceae
2   Paku Tamaga   Asplenium belangeri (Bory) Kze   Aspleniaceae
3   Paku Kaki Tupai   Davallia trichomanoides BL.   Davalliaceae
4   Paku Harupat   Nephrolephis biserrata   Dryopteridaceae
5   Paku Sepat   Nephrolephis cordifolia   Dryopteridaceae
6   Paku Sisik naga   Drymoglossum piloselloides (L) Presl.   Polypodiaceae
7   -   Lephtochilus sp.   Polypodiaceae
8   Paku Tanduk rusa   Platycerium bifurcatum   Polypodiaceae
9   -   Polypodium billardieri   Polypodiaceae
10   -   Polypodium verrucosum (Hook) Wall.   Polypodiaceae
11      Polypodium glycyrriza   Polypodiaceae
12   -   Thelypteris sp.   Thelipteridaceae

Adapun deskripsi dari jenis-jenis tumbuhan paku epifit yang ditemukan di Taman Hutan Raya Ronggo Soeryo Cangar adalah sebagai berikut:
1.   Asplenium nidus (Paku Sarang burung)

Perawakan herba, memiliki daun tunggal yang tersusun pada batang sangat pendek melingkar membentuk keranjang. Panjang daun yang kecil berukuran 7-150 cm, lebar 5-10 cm perlahan-lahan menyempit sampai ke ujung. Ujung meruncing atau membulat, tepi rata dengan permukaan yang berombak dan mengkilat. Daun bagian bawah warnanya lebih pucat dengan garis-garis coklat
 
sepanjang anak tulang, daun bentuk lanset, tersusun melingkar, ujung meruncing, warna daun bagian atas hijau terang. Peruratan daun menyirip tunggal. Warna helai daun hijau cerah, dan menguning bila terkena cahaya matahari langsung. Tulang daun menonjol di permukaan atas daun, biasanya hampir rata ke bawah, berwarna coklat tua pada daun tua. Urat daun bercabang tunggal, kadang bercabang dua, cabang pertama dekat bagian tengah sampai ±0,5 mm dari tepi daun. Tekstur daun seperti kertas. Rhizoma yang pendek ditutupi oleh sisik yang halus dan lebat, sisik berwarna coklat.
Asplenium nidus memiliki akar rimpang kokoh, tegak, bagian ujung mendukung daun-daun yang tersusun roset, di bagian bawahnya terdapat kumpulan akar yang besar dan rambut berwarna coklat, bagian ujung ditutupi sisik-sisik sepanjang sampai 2 cm, berwarna coklat hitam. Sorus terletak di permukaan bawah daun, tersusun mengikuti venasi atau tulang daun, bentuk garis, warna coklat tua. Sori sempit, terdapat di atas tiap urat daun dan cabang- cabangnya mulai dari dekat bagian tengah daun sampai bagian tepi, hanya sampai bagian tengah lebar daun, dengan sori tertutup semacam kantung memanjang. Sorus berbentuk garis, tersusun rapat di permukaan bawah daun fertil dekat ibu tulang daun, berwarna coklat. Spora terletak di sisi bawah helai, pada urat-urat daun, entalnya dapat mencapai panjang 150 cm dan lebar 20 cm, menyerupai daun pisang. Ental-ental yang mengering akan membentuk semacam “sarang” yang menumpang pada cabang-cabang pohon. “Sarang” ini bersifat menyimpan air dan dapat ditumbuhi tumbuhan epifit lainnya.
Gambar 4.1 Asplenium nidus (Paku Sarang burung)


2.   Asplenium belangeri (Bery) kze. (Paku Tamaga)

Perawakan herba, rimpang menjalar, pendek, tangkai ental berdekatan, diameter 10-12 mm. Ujung tertutup ramenta, Ramenta berwarna coklat, panjang 5 mm, lebar pada tangkai 1.5-2 mm, menyempit ke ujung. Tangkai panjangnya mencapai 1,5 cm, diameter 5-7 mm. Rakis berlekuk sempit dipermukaan atas, helaian panjangnya sampai 30 cm, lebar 5 cm, sirip 30-45 pasang. Secara keseluruhan berbentuk memanjang atau lanset, sirip duduk berdekatan, agak menyirip pada pangkal. Ujung agak rata atau membulat, sirip berukuranpanjang
2.5 cm dan lebar 7 mm. tekstur tipis tapi kaku, permukaan atas hijau mengkilat, permukaan bawah hijau suram. Vena dapat terlihat pada kedua permukaan agak menonjol pada permukaan atas. Vena menyirip, bercabang dikotomi kecuali pada pangkal yang bertelinga. Ujungnya bebas mencapai tepi. Spora tetrahedral.
3.   Davallia trichomanoides BL. (Paku Kaki tupai)

Perawakan herba, rimpang menjalar, panjang ramping, diameter mencapai 3 mm. warna coklat kehijauan, ujung tertutup ramenta. Ramenta berwarna coklat, bentuk perisai, panjang 5-7 mm,  lebar pangkalnya yang membulat 0.5-1mm menyempit ke ujung, tepi berbulu. Tangkai bulat beralur,
 
berwarna hijau, panjang 7-15 cm,diameter pangkal mencapai 2 mm. rimpang bersendi, helaian bentuk delta, panjang dan lebar seimbang, yaitu 12-30 cm, menyirip ganda tiga, tekstur tipis tapi kuat. Permukaan atas hijau mengkilat, yang bawah lebih suram. Vena menyirip, bercabang dikotomi, berujung bebas, mencapai tepi. Spora tetrahedral.
Gambar 4.2 Davallia trichomanoides BL. (Paku Kaki tupai)


4.   Nephrolepis biserrata (Sw) Schott (Paku Harupat)

Perawakan herba, tangkai daunnya bersisik lembut, sisik-sisik tersebut berwarna coklat. Bentuk daun subur lebih besar dari daun mandul, pada daun subur bentuknya lancip dengan dasar yang berkuping. Sporanya terletak dipinggir daun, letak sporanya yang tidak merata. Ental pengaturan bergerombol dan ental desain dibagi. Batangnya bulat ramping dan memanjang berwarna hijau. Akar berupa serabut dan berwarna hitam.

Gambar 4.3 Nephrolepis biserrata (Sw.) Schott (Paku Harupat)
 
5.   Nephrolepis cordifolia (Paku Sepat)

Perawakan herba, Daun majemuk, terdapat ental (daun muda yng menggulung), berwarna hijau, peruratannya menyirip, permukaannya halus, berbentuk helaian, tepi daun bergerigi halus, anak daun berukuran 1.5-2 cm dan tangkai daunnya berbulu. Selain itu daunnya juga tereduksi artinya anak daun bagian bawah sangat kecil bila dibandingkan dengan anak-anak daun lainnya. Batang berbentuk panjang, berupa rimpang, permukannya kasar dan terdapat ramenta. Tinggi batang mencapai 33 cm warnanya coklat dan tidak bercabang. Memiliki perakaran serabut. Akar berwarna coklat dan terdapat sisik. Sorus terdapat di peruratan daun bagian tepi dan tengah, berbentuk bulat. Setiap sporangium mengandung spora yang berwarna kuning dan jarang berwarna kahijauan, permukaanya lembut, spora bertangkai 2 sampai 3 sel baris. Sedangkan indusiumnya berbentuk ginjal.

Gambar 4.4 Nephrolepis cordifolia (Paku Sepat)


6.   Drymoglossum piloselloides (L) Presl. (Paku Sisik naga)
Perawakan herba, Memiliki daun yang tumbuh dengan jarak yang pendek satu sama lain. Selain itu daun bertangkai pendek, tebal berdaging, berbentuk jorong memanjang, ujung tumpul, pangkal runcing, tepi rata, berambut
 
jarang pada permukaan bawah, berwarna hijau sampai hijau kecokelatan. Batangnya mempunyai rhizom yang halus menjalar dan dilitupi oleh sisik-sisik kecil. Sporangiumnya terkumpul dalam sorus yang mengelilingi hampir keseluruhan daun fertil. Memiliki akar rimpang panjang, kecil, merayap, bersisik, panjangnya 5-22 cm, dan akar melekat kuat pada inangnya. Bersifat homospora atau isospora (hanya menghasilkan satu macam spora).
Gambar 4.5 Drymoglossum piloselloides (L) Presl (Paku Sisik naga)


7.   Lephtochilus sp.

Perawakan herba, rimpang terna, jarak antar buku renggang, arah tumbuh memanjat, secara melintang bentuk bulat, bercabang secara dikotom, permukaan rimpang tedapat ramenta berwarna coklat, warna rimpang coklat, daun bentuk lanset, terletak pada sisi dorsal rimpang. Daun megafil daun tunggal, daun bertangkai secara melintang berbentuk bulat, tekstur berdaging, panjang daun bisa mencapai 32 cm, lebar 2.5 cm, bentuk lanset, tepi daun rata, pangkal daun meruncing, permukaan bawah daun penuh dengan ramenta putih. Pertulangan menyirip peruratan dikotom.