Hujroh - Forum Pesantren Indonesia Alumni Pesantren Indonesia Forum      Misi Hujroh
 

Main juga kesini sul:
The Ghurfah Kisah Sukses Alumni Alumni di Luar Negeri Bisnis Online Hikayah fi Ma'had Railfans Dunia Pesantren Ekonomi Islam
Forum  Hujroh  The Ghurfah 
STUDI TIPE MORFOLOGI KULIT POHON INANG DAN JENIS PAKU EPIFIT DALAM UPAYA MENUNJA
Pages: [1]

(Read 71 times)   

liaapri

  • Abadan fi Ma'had
  • ***
  • liaapri No Reputation.
  • Join: 2020
  • Posts: 579
  • Logged


8.   Platycerium bifurcatum C.Chr (Paku Tanduk rusa)

Perawakan parenial, Daun terdiri atas dua macam yaitu daun penyangga atau daun steril dan dedaunan atau daun fertil. Daun penyangga terletak di bagian pangkal daun fertil, tumbuh saling menutupi dan persisten, menyerupai keranjang, bagian ujung bercuping, berwarna hijau dan berubah kecoklatan bila tua dan tidak berspora.   Daun   fertil   luruh,   tumbuh   menggantung,   umumnya   bercabang menggarpu pada ujungnya menyerupai tanduk rusa, berwarna hijau keputihan, berbulu bintang dan berspora. Tergolong daun tunggal, bertoreh dalam. berdaging, tepi rata, permukaan berbulu halus, panjang 40-100 cm, ujung tumpul,
daun tambahan satu sarnpai tujuh, menggarpu, bentuk baji, coklat hijau. Batang tidak jelas ada yang mengatakan tidak berbatang, karena daun langsung tumbuh dari akar tanpa perantara dari batang. Akar berbulu dan berwarna coklt. kekuningan dan biasanya langsung mengakar pada batang tanaman yang di tumbuhinya. Akar berupa akar serabut. Spongarium, terdapat pada ujung, tertutup rambut, bentuk bintang, bercabang dua sampai empat, panjang 10-12 cm, lebar 2- 3 cm, berwarna hijau muda dan hijau kebiruan.

Gambar 4.7 Platycerium bifurcatum C.Chr. (Paku Tanduk rusa)

9.   Polypodium billardieri

Bentuk daun berbagi menyirip tepi daun rata, dengan ujung yang meruncing, lebar bisa mencapai 4 cm dan panjang bisa mencapai 17 cm. Tulang daun menyirip. Batanganya berwarna hijau kecoklatan panjang, berbentuk bulat lonjong. Memiliki akar serabut yang keluar dari rimapng, sorus terletak di bawah daun dekat dengan tulang daun dan berbentuk lonjong berwarna coklat.
Gambar 4.8 Polypodium billardieri


10.   Polypodium verrucosum (Hook) Wall.

Perawakan herba, rimpang menjalar berdiameter sampai 6 mm, coklat, ujung tertutup ramenta. Ramenta berwarna coklat gelap, panjang 3-4 mm. lebar pada pangkal 1.5 mm, bentuk perisai, menyempit ke ujung, tepi bergerigi agak
 
kaku. Tangkai pangkalnya gundul, waktu muda punya ramenta seperti pada rimpang. Helaian menyirip panjang mencapai 100 cm, menggantung, permukaan atas berwarna hijau mengkilat, permukaan baeah lebih suram. Tekstur tipis tetapi kaku. Sporangium anulusnya vertical, sorus berbentuk bulat, di atas vena dekat tulang daun atau pertengahan antara tulang daun dan tepi, diameter mencapai 2 mm waktu dewasa, tidak berindisium. Spora bilateral.
Gambar 4.9 Polypodium verrucosum (Hook) Wall.

11.   Polypodium glycyrriza

Perawakan herba sedikit berkayu, karena batangnya sedikit berair dan agak keras. Bangun daun pada Polypodium glycyrriza yaitu linier bentuk ujungnya meruncing dan tepi daunnya beringgit. Berbentuk pisau membedah dan simetris. Ukuran daunnya berupa isofil yakni mempunyai ukuran sama atau serupa, sekitar kurang lebih 75 cm. Biasanya tangkai daun langsing, 0,5-2 mm. Warna daunnya hijau muda, tekstur daun pada Polypodium glycyrriza berupa helaian, pada permukaan daunnya halus mempunyai ramenta. Memiliki urat daun menyirip, tulang daunnya memiliki tipe makrofil, yakni tulang daunnya bercabang dari pangkal ke ujung. Pada Polypodium glycyrriza terdapat ental, yakni daun muda yang masih meggulung dan tangkai ental disebut stipe, hal ini untuk
 
membedakan dari tangkai yang lainnya. Bagian pipih ental disebut lamina yang berbentuk menyirip. Tiap anak daun dari daun yang menyirip disebut sirip dan porosnya disebut rachis.
Batang berupa rimpang (batang saling mengait), bentuk batangnya bulat beralur dan berusuk secara longitudinal. Pada permukaan batangnya  halus ramenta yakni terdapat rambut-rambut atau sisik berwarna hitam, atau merah kecoklatan. Ukuran batang berkisar antara 2-5 mm. Pada batang muda memiliki diameter berkisar 1,5-2 mm. Warna batangnya merah kecoklatan. Akar Polypodium glycyrriza ini memiliki sistem perakaran serabut yang bercabang- cabang secara dikotom. Memiliki spora yang terletak di bagian ventral daun teratur berjajar di tengah dekat urat daun.
Gambar 4.10 Polypodium glycyrriza


12.   Thelypteris sp.

Daun Thelypteris sp termasuk daun tunggal dengan tangkai daun melekat pada rhizoma yang melilit pada tanaman inang. Tumbuhan paku ini memiliki ental. Bentuk daun memanjang, ujung daun meruncing, dan tepi daun rata. Berdasarkan kesamaan ukuran daun Thelypteris sp termasuk anisopil, yaitu daun- daunnya terdiri dari 2 ukuran yaitu yang satu lebih besar dari yang lain.

Daun berwarna hijau, permukaannya halus, dan tekstur daun seperti selaput. Peruratan atau venasi daun bercabang, percabangannya menjala. Dimana daerah pada helaian yang dikelilingi urat-urat daun yang menjala disebut areola. Batang Thelypteris sp berupa rimpang karena arah tumbuhnya menjalar. Permukaan batang memiliki ramenta yaitu bentukan seperti rambut atau sisik dengan warna merah kecoklatan. Batang berwarna coklat dengan ukuran 19 cm dan batangnya bercabang secara dikotom. Akar tumbuhan ini merupakan akar serabut. Akar pada tumbuhan paku ini letaknya pada sepanjang bagian bawah rimpang yang menjalar. Akarnya monopodial atau tidak bercabang. Bentuk akar tipis dan berwarna coklat tua

Gambar 4.11 Thelipteris sp