Hujroh - Forum Pesantren Indonesia Alumni Pesantren Indonesia Forum      Misi Hujroh
 

Main juga kesini sul:
The Ghurfah Kisah Sukses Alumni Alumni di Luar Negeri Bisnis Online Hikayah fi Ma'had Railfans Dunia Pesantren Ekonomi Islam
Forum  Alumni & Pesantren  Daftar Pesantren di Sulawesi Selatan 
Profil Pondok Pesantren Darul Huffadzdi Bone Sulawesi Selatan
Pages: [1]

(Read 547 times)   

Admin

  • Administrator
  • Abadan fi Ma'had
  • ***
  • Admin No Reputation.
  • Join: 2013
  • Posts: 2592
  • Logged


Assalamualikum Warohmatullohi Wabarokatuh...
Salam ukhuwah dan salam sejahtera buat sahabat muslim dan muslimah yang ada di seluruh penjuru dunia.
Apa kabar ikhwan dan akhwat? Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat, keberkahan dan lindungan kepada kita semua sehingga sampai saat ini, kita semua masih diberikan hidup untuk senantiasa istiqomah dalam menjalankan ibadah.
Pemerintahan sudah menetapkan bahwa pendidikan adalah salah satu hak mutlak yang harus diterima oleh setiap individual dan untuk semua kalangan baik kalangan bawah, menengah ataupun kalangan orang kaya.  Pendidikan memang diwajibkan, namun yang membedakan adalah bagaimana kita bisa mendapati pendidikan tersebut dan pendidikan apa yang kita inginkan. Sudah banyak tersebar di seluruh kalangan masyarakat beragam pendidikan dan masyarakatlah yang tinggal memilih ingin pendidikan apa yang mereka inginkan dan harapkan. Salah satunya adalah pendidikan pondok pesantren dan perlu diketahui bahwa pondok pesantren adalah pendidikan berasrama selama 24 jam hampir sama seperti system boarding school dimana santri – santrinya mendapatkan pendidikan di lingkungan yang sama namun system pembelajarannya tetap dipantau.
Pondok Pesantren sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat umum karena lembaga pendidikan yang memberikan paket lengkap dimana tidak hanya memberikan pendidikan formal atau pendidikan umum, namun juga memberikan pendidikan non – formal atau pendidikan keagamaan. Pada dasarnya pendidikan pondok pesantren adalah lembaga yang dibangun oleh santri – santrinya dan bukan oleh kyai atau gurunya karena semua itu berawal dari murid – murid yang ingin belajar ilmu agama dan kemudian murid – murid tersebut datang ke tempat kyai tersebut untuk menimba ilmu namun dikarenakan santri – santri tersebut belajar di kediaman kyai tersebut dan mulailah timbul inisiatif dari santri – santrinya untuk membangun sebuah tempat – tempat kecil atau dikenal pondokan untuk tempat belajar santri – santrinya dan pondokan tersebut semakin banyak karena rumah kyai semakin tidak bisa menampung santri – santrinya untuk belajar karena minat dari masyarakat pada saat itu semakin banyak. Jadi bisa disimpulkan bahwa pembangun pondok pesantren tersebut berdasarkan inisiatif dari santri – santrinya bukan dari kyai dan pendanaanpun berasal dari sumbangan masyarakat sekitar.  Siapa yang tidak kenal dengan pondok modern Gontor? Pondok modern Gontor adalah salah satu pondok modern terbesar dan sudah meghasilkan banyak alumni dan ada beberapa dari alumni pondok modern tersebut yang mendirikan lembaga pendidikan namun masih berbasis system sama seperti pondok modern Gontor. Ane mau menjelaskan salah satu pondok pesantren alumni pondok modern Gontor yang berada diluar provinsi Jawa dan nama pondok pesantren tersebut adalah Darul Huffadz dan pondok pesantren tersebut berlokasi di  Desa Tarasu, Kec. Kajuara, Tuju-Tuju, Tarasu, Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan 92776.
pondok pesantren Darul Huffadz didirikan oleh Ustadz H Lanre Said dan  awal mula beliau mendirikan pondok pesantren Darul Huffadz berawal dari mimpi yang beliau dapat dan dalam mimpi tersebut, beliau menyakini bahwa itu bukanlah mimpi bisa melainkan sebuah perintah dari Allah SWT. Mimpi tersebut terjadi sekitar tahun 1950 dimana dalam mimipi tersebut melihat sebuah lampu seperti petromaks dan dalam mimipi tersebut lampu petromaks bersinar di atas puncak gunung bilala. Dan berawal dari mimpi tersebut, tumbuhlah tekad untuk mendirikan lembaga pendidikan yang berbasis pondok pesntren namun khusus untuk penghafal al – qurán dan dalam mimpi tersebut beliau melihat bahwa lampu petromaks tersebut menerangi lingkungan disekelilingnya namun dalam mimipi tersebut yang terang hanya disekelilingnya tapi di bagian bawah puncak masih terlihat dan nampak sangat gelap. Beliau pernah membangun dan mengajar selama 2 tahun di sebuah daerah yang bernama Selayar dan setelah berselang 2 tahun, beliau kembali ke kampong halamannya dan mengajar disana selama 2 tahun. Selama perjalanan masa pendidikannya, beliau pernah mengabdi dan mengajar selama 8 tahun dan selama masa mengajar dan mengabdinya tersbut, beliau tidak pernah mengharapakan upah dan bahkan beliau sempat menolak jika ingin diberikan upah.
Tepatnya setelah mendapatkan isyarat mimpi tersebut, di tahun 1962 beliau mulai melakukan berdakwah menuju pulau Kalimantan dengan mengirim 26 tenaga pengajar sebagai awal misi ekspedisi dalam pendirian pondok pesantren Darul Huffadz dan beliau berdakwah sekitar 2,5 tahun dan sebenranya ekspedisi tersebut tidak hanya sebagai dakwah biasa melainkan sebagai perjalanan untuk memilih lokasi yang cocok buat pendirian pondok pesantren Darul Huffadz. Setelah 2,5 tahun berdakwah di kepulauan Kalimantan tidak ada tanda – tanda positif bahwa di kepulauan Kalimantan akan didirikan lembaga pendidikan tersebut. Setelah dari kepulauan Kalimantan maka beliau beralih ke Nusa Tenggara dan disanapun beliau tidak mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat sekitar untuk mendirikan pondok pesantren sehingga beliau belaih ke Surabaya, Cirebon dan Jakarta dan ditempat tersebut beliau berdakwah selama 13 tahun dan ternyata dari tiga tempat tersebut memang tidak menunjakan tanda – tanda positif dan beliaupun juga belum mendapatkan lokasi yang cocok untuk mendirikan lembaga pendidikan pondok pesantren Darul Huffadz. Dan setelah berkelana ke beberapa tempat, Akhirnya pondok inipun berdiri pada tanggal 7 Agustus 1975 di kampung Tuju-Tuju, Kec. Kajuara, Kabupaten Bone dengan 7 santri. Dikarenakan situasi yang tidak memungkinkan, maka pondok dibentuk menjadi sebuah majlis biasa dengan nama Majlis Qurro’ Wal Huffadz. Pondok pesantren ini berdiri tanpa donator pembangunan dan pada saat itu masih menggunakan fasilitas apa adanya karena masyarakat sekitar enggan untuk memberikan harganya untuk lembaga pendidikan tersebut bahwa memang masyarakat sekitar tersebut tidak setuju dengan adanya pendirian lembaga pendidikan tersebut.
Informasi itu saja yang bisa ane bagikan semiga bermanfaat dan bisa menjadi referensi dan informasi lebih lanjut silakan hubungi ke nomer telephone di  (0482) 2426216.
Salam ukhuwah...
Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh...
« Last Edit: 25 Aug, 2018, 08:12:42 by Admin »