Hujroh - Forum Pesantren Indonesia Alumni Pesantren Indonesia Forum      Misi Hujroh
 

Main juga kesini sul:
The Ghurfah Kisah Sukses Alumni Alumni di Luar Negeri Bisnis Online Hikayah fi Ma'had Railfans Dunia Pesantren Ekonomi Islam
Forum  Life & Solution  Keluarga 
TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN FISIK ANAK
Pages: [1]

(Read 63 times)   

Co Hujroh

  • Abadan fi Ma'had
  • ***
  • Co Hujroh No Reputation.
  • Join: 2018
  • Posts: 1726
  • Logged
TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN FISIK ANAK
« on: 16 Apr, 2019, 21:09:55 »

TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN FISIK ANAK
 
Satu lagi tanggung jawab yang harus dipikul oleh para pendidik adalah tanggung jawab pendidikan fisik. Hal ini dimaksudkan supaya anak bisa tumbuh dan dewasa dengan memiliki fisik yang kuat, sehat, dan bersemangat. Islam telah menggariskan beberapa metode dalam mendidik fisik anak-anak, supaya para pendidik mengetahui besarnya tanggung jawab dan amanah yang telah Allah bebankan kepadanya. Beberapa tanggung jawab tersebut antara adalah:

1.   Kewajiban Memberikan Nafkah Kepada Keluarga dan Anak
Allah berifrman:
 
"... Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada Para ibu dengan cara ma'ruf...." (QS. Al-Baqarah [2]:
233)
Rasulullah bersabda, "Satu keping dinaryang engkau sedekahkan dijalanAUah, satu keping dinaryang engkau sedekahkan untuk memerdekakan budak, satu keeping dinar yang engkau sedekahkan kepada seorang miskin dan satu keping dinaryang engkau nafkahkan untuk keluargamu. Pahala yang paling besar adalah yang engkau nafkahkan untuk keluargamu." (HR. Muslim)
Seorang ayah yang memberikan nafkah untuk keluarganya maka ia akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah Swt Sebaliknya, jika ia enggan memberikan nafkah kepada anak-anak dan keluarga sedangkan dirinya memiliki kemampuan maka ia akan mendapatkan dosa yang besar pula dari Allah Swt . Simaklah sabda Rasulullah Saw tentang orang-orang yang menelantarkan dan tidak mau menafkahi keluarga dan anak-anaknya:

“Cukuplah seseorang itu dianggap berdosa manakala ia menahan (tidak menafkahi) orang yang memiliki makanan (keluarga).’’ [HR. Muslim)

"Cukuplah seseorang itu dianggap berdosa manakala ia menelantarkan orang yang memberi makanan (keluarga).” (HR. Abu Dawud)
Adapun yang termasuk dalam nafkah yang wajib dipenuhi oleh seorang ayah terhadap keluarganya adalah memberikan makanan, tempat tinggal, dan pakaian yang baik, sehingga jasmani mereka terhindar dari penyakit.

2.   Mengikuti Aturan-aturan Kesehatan dalam Makan dan Minum
Hendaknyagayahidupsehatitumenjadi kebiasan anak dan menjadi karakternya. Berikut ini petunjuk Nabi Saw dalam masalah makan: menghindarkan diri dari mengonsumsi makanan yang mengandung racun, tidak menambah makan dan minum di luar kadar kebutuhannya. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzi, dan selainnya bahwa Rasulullah Saw bersabda:
 
"Tidaklah seorang anak Adam memenuhi tempat yang palik jelek kecuali perutnya, cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang rusuknya. Namun, bila ia terpaksa melakukannya, maka hendaklah sepertiga (isi lambungnya) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga sisanya untuk udara.”
Sedangkan petunjuk Nabi Saw dalam masalah minum: hendaknya minum dengan dua atau tiga kali tegukan, dilarang bernapas di dalam gelas, dan tidak minum sambil berdiri.
O Diriwayatkan oleh Tirmidzi bahwa Ibnu Abbas berkata, Rasulullah Saw bersabda:

“Janganlah kalian minum dengan sekaligus (satu tegukan) seperti halnya unta, tetapi minumlah satu atau dua kali tegukan. Sebutlah nama Allah (bismillah) jika hendak minum dan pujilah Allah (alhamdulillah) jika engkau telah selesai.”

O Disebutkan di dalam Shahihain dari hadits Abu Qatadah sgs bahwa Nabi Saw melarang untuk bernapas di dalam bejana. Di dalam riwayat At-Tirmidzi juga disebutkan:

"Nabi melarang untuk bernapas di dalam bejana dan meniupnya."
O Diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Abu Hurairah. Ia berkata bahwa Nabi Saw bersabda:
 
"Janganlah salah seorang di antara kalian itu minum dengan berdiri. Barangsiapa yang lupa maka hendaklah ia memuntahkannya."
Adapun petunjuk Nabi Saw dalam masalah tidur: yaitu duduk dengan bersandar pada sisi pundak sebelah kanan, karena tidur dengan bersandar pada sisi pundak sebelah kiri bisa membahayakan jantung dan menyempitkan pernapasan.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim bahwa Al-Bara’ bin Azib  berkata, Rasulullah Saw bersabda, "Jika engkau hendak tidur maka hendaklah berwudhu seperti wudhunya shalat, kemudian berbaringlah dengan bertumpu pada pada sisi badanmu yang sebelah kanan, dan ucapkanlah:
'Ya Allah, aku pasrahkan wajahku kepada-Mu, dan aku hadapkan wajahku kepada-Mu, dan aku serahkan urusanku kepada-Mu, dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu, sebagai rasa suka dan takut kepada- Mu, tidak ada tempat bersandar dan tidak ada tempat berlindung kecuali kepada-Mu, aku beriman kepada Kitab yang telah Engkau turunkan, dan aku beriman kepada yang telah Engkau utus.' Dan jadikanlah doa itu adalah akhir kalimat yang engkau ucapkan."

3.   Membentengi Diri dari Penyakit Menular
Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ibnu Majah, dan selainnya dari hadits Jabir bin Abdillah bahwa di dalam utusan Bani Tsaqif ada seorang laki-laki yang berpenyakit kusta. Maka Nabi Saw mengirim surat kepadanya yang berisi, “Pulanglah
kamu, sungguh kami telah membaiatmu."
Diriwayatkan pula oleh Al-Bukhari di dalam Shahih-nya bahwa Rasulullah Saw bersabda:
 
"Larilah dari penyakit kusta sebagaimana larinya engkau dari kejaran singa."
Di dalam Shahihain dari Abu Hurairah m- Ia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda:

"Janganlah sekali-kali orang yang sakit
itu mendatangi orang yang sehat."
Karena itulah, wajib atas seorang pendidik (terlebih para ibu) apabila di antara anak-anaknya ada yang terserang penyakit menular, hendaknya memisahkannya dengan anaknya yang lain yang sehat. Sehingga penyakit tidak menyebar dan wabah bisa tercegah. Alangkah luhurnya petunjuk Nabi ini dalam menjaga pendidikan jasmani dan menjaga kesehatan anggota badan.

4.   Mengobati Penyakit
Berobat memiliki pengaruh dalam mencegah penyakit dan memberikan kesembuhan. Perintah untuk berobat telah ditegaskan dalam banyak riwayat, di antaranya akan kami sebutkan sebagai berikut:
Diriwayatkan oleh Imam Muslim,
 
Imam Ahmad, dan selainnya dari Jabir bin Abdillah m bahwa Nabi Saw bersabda:
 
"Setiap penyakit itu ada obatnya. Jika obat telah mengenai penyakit maka akan sembuh dengan izin Allah Azza wa Jalla."

Di dalam Musnad Imam Ahmad, Sunan At-Tirmidzi, dan selainnya, Usamah bin Syuraik berkata, "Aku sedang berada di sisi Nabi Saw kemudian datang seorang Arab dusun. Ia berkata, 'Wahai Rasulullah, apakah kami harus berobat?’ Kemudian beliau menjawab:

'Ya wahai hamba Allah, berobatlah. Sesungguhnya Allah tidaklah meletakkan suatu penyakit kecuali juga Dia berikan obatnya, kecuali hanya satu penyakit.’

Mereka bertanya, 'Apa itu?' Beliau menjawab, 'Penyakit tua'."
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzi, dan selainnya bahwa Abu Hurairah. berkata, "Aku bertanya,
‘Wahai Rasulullah, apa pendapat Anda tentang jampi-jampi yang kami bacakan dan obat yang kami gunakan dan tumbal yang kami jadikan sebagai penangkal, apakah ia bisa menghalangi takdir Allah ?’ Nabi Saw menjawab:
'Semua itu bersumber dari takdir Allah’:’
Hendaklah para orang tua dan para pendidik melaksanakan petunjuk Nabi Saw dalam memberikan perhatian terhadap anak-anak tatkala mereka mendapat musibah atau terserang penyakit. Hal ini disebabkan, mencegah penyebab merupakan tuntutan fitrah dan termasuk anjuran dalam agama.

5.   Menerapkan Prinsip Tidak Boleh Membahayakan Diri Sendiri dan Orang Lain
Hal ini berdasarkan riwayat Imam Malik, Ibnu Majah, dan Ad-Daruquthni dari hadits Abu Sa'id Al-Khudri  bahwa Rasulullah Saw bersabda:
"Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan menimpakan bahaya kepada orang lain.’’
Para fuqaha’ dan ahli ushul menetapkan bahwa hadits ini merupakan kaidah paling penting yang telah diletakkan oleh Islam. Berpijak pada kaidah yang termaktub dalam hadits di atas maka wajib bagi para pendidik (terlebih para ibu) untuk mengarahkan anak-anaknya dalam mengetahui masalah kesehatan dan sarana-sarana pencegahan dalam upayanya menjaga kesehatan anak dan menjaga ketahanan tubuhnya. Di samping itu, wajib bagi mereka untuk berkonsultasi kepada para ahli dalam rangka menjaga tubuh dari serangan berbagai penyakit yang bisa menular.
Misalnya apabila memakan makanan yang masih mentah bisa membahayakan tubuh dan menyebabkan sakit, maka kepada para pendidik hendaknya mengarahkan anak agar terbiasa memakan makanan yang telah matang. Jika dengan memakan sayuran atau buah-buahan yang belum dicuci terlebih dahulu bisa menyebabkan sakit maka kepada para pendidik hendaknya membiasakan anak untuk memakan sayuran atau buah-buahan yang telah dicuci terlebih dahulu.
Jika mencampur satu makanan dengan makanan yang lain bisa memyebabkan sakit pada saluran pernapasan dan saluran pencernaan, maka bagi para pendidik hendaknya membimbing anak untuk terbiasa makan pada waktu-waktunya. Jika mengambil makanan dengan tangan yang kotor bisa mendatangkan penyakit, maka para pendidik hendaknya menerapkan petunjuk Nabi Saw; untuk mencuci kedua tangan sebelum makan dan sesudahnya. Jika meniup minuman di dalam bejananya adala kebiasaan yang tidak sehat, maka kepada para pendidik hendaknya melarang anak dari kebiasaan yang tidak baik ini.
Demikianlah tatkala para pendidik 
mau menerapkan pengajaran kesehatan seperti ini dan membiasakan anak-anak untuk melaksanakan petunjuk-petunjuk kesehatan ini, maka anak-anak akan tumbuh dengan kondisi kesehatan yang sempurna, sehat badannya, kuat, dan bersemangat.

6.   Membiasakan Anak Gemar Berolahraga dan Menaiki Tunggangan
Sebagai perwujudan dari firman Allah Swt
 
"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi...” (QS. Al-Anfal [8]: 60)
Begitu pula sabda Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

 "Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah."
Karena itulah, Islam mengajak untuk mengajarkan kepada anak-anak olahraga renang, melempar, dan menunggang kuda. Semua merupakan petunjuk Nabi Saw, berdasarkan riwayat-riwayat berikut:
Diriwayatkan oleh Imam At-Thabrani dengan sanad jayyid bahwa Rasulullah Saw bersabda:

"Segala sesuatu yang bukan termasuk dzikir kepada Allah maka itu adalah (perbuatan) sia-sia, kecuali empat hal; berjalannya seseorang di antara dua tujuan (untuk memanah), mendidik kudanya, bercanda dengan keluarganya, dan mengajarinya berenang."
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya bahwa Nabi Saw membaca firman Allah, "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi..." (QS. Al-Anfal [8]: 60). Kemudian beliau bersabda:

"Sesungguhnya kekuatan itu ada dalam melempar. Sesungguhnya kekuatan itu ada dalam melempar. Sesungguhnya kekuatan itu ada dalam melempar."
Diriwayatkan oleh Al-Bazar dan At- Thabrani dengan sanad jayyid bahwa Rasulullah Saw, bersabda:

"Hendaklah kalian bermain melempar (panah) karena sesungguhnya itu adalah permainan yang paling baik."
Di riwayatkan oleh Al-Bukhari di dalam shahihnya bahwa Nabi Saw pernah melewati para shahabat di lapangan panah. Beliau kemudian memberikan penyemangat kepada mereka seraya bersabda:
 
"Lemparlah (panahlah) oleh kalian! Sesungguhnya aku bersama kalian semua.”
Di dalam kitab Shahihain disebutkan bahwa Nabi Saw mengizinkan kepada Habasyah untuk bermain tombak di dalam masjidnya yang mulia. Beliau juga mengizinkan istrinya, ‘Aisyah, untuk menyaksikannya. Nabi Saw berkata kepada mereka:

"Teruskanlah wahai Bani Arfidah.  "
Ketika mereka sedang bermain tombaknya di hadapan Nabi Saw maka datanglah Umar yang membawa kayu kemudian mengusir mereka dengan kayu tersebut. Beliau lalu berkata kepada Umar, 'Biarkanlah mereka wahai Umar.’’*
 
Diriwayatkan oleh Ashabus Sunan dan Imam Ahmad bahwa Nabi Saw bersabda:

"Tidak ada perlombaan (taruhan)  kecuali di dalam tapak kaki unta, tapak kaki kuda, dan memanah."

7.   Membiasakan Anak untuk Zuhud dan Tidak Larut dalam Kenikmatan
Hal ini bertujuan agar anak saat dewasa kelak bisa menegakkan kewajiban jihad dan dakwah kepada Allah sebaik dan semulia mungkin. Banyak sekali hadits yang menjelaskan tentang perintah untuk zuhud dan hidup sederhana, di antaranya sebagai berikut:
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Nu'aim dari hadits Mu’adz bin Jabal. secara marfu':

"Hindarilah oleh kalian terlalu larut dalamkenikmatan (kemewahan) karena sesungguhnya hamba Allah (yang baik) itu adalah mereka tidak larut dalam kenikmatan (kemewahan)."

Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, Ibnu Syahaini, dan Abu Nu'aim dari hadits Qa'qa’ bin Abi Hadrad secara marfu' "Contohlah kakekmu Ma'ad bin 'Adnan dalam kesederhanaan hidup dan didiklah dirimu untuk hidup sederhana. Dan biasakanlah berlatih lembing."
Cukuplah Nabi kita sebagai teladan yang baik dalam berperilaku hidup sederhana, dalam makan, pakaian, tempat tinggal. Sehingga generasi Islam juga bisa merasakannya serta menjalani kehidupan sebagaimana yang telah diteladankan. Hal ini bertujuan supaya mereka selalu siap menghadapi segala kemungkinan yang akan menghadangnya.
Jika umat Islam terlalu lama larut dalam kenikmatan dan terus menerus dalam kesenangan dan tergiur bujukan harta benda yang berlimpah, maka mereka nantinya akan cepat sekali roboh dan menyerah kepada musuh. Jiwa kesabaran dan ketegaran dalam berjihad di jalan Allah akan menjadi pudar dari jiwa-jiwa pemudanya. Sejarah tentang runtuhnya kejayaan Andalusia masih segar dalam ingatan kita.

8.   Menanamkan Karakter Bersungguh-sungguh dan Perwira Kepada Anak
Hal ini berdasarkan petunjuk-petunjuk Nabi i|| sebagai berikut. Diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam Shahih-nya bahwa Nabi Saw bersabda:
"Tamaklah terhadap segala sesuatu yang memberi manfaat kepadamu dan mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah engkau lemah."
Diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani dengan sanad jayyid bahwa Rasulullah Saw, bersabda:

“Segala sesuatu yang bukan termasuk dzikir kepada Allah maka itu adalah (perbuatan) sia-sia, kecuali empat hal; berjalannya seseorang di antara dua tujuan (untuk memanah), mendidik kudanya, bercanda dengan keluarganya, dan mengajarinya berenang."

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah, bahwa Nabi Saw bersabda: 

"Orang mukmin yang berbuat zina itu tidak bisa dianggap sebagai mukmin saat dia berbuat zina. Dan orang mukmin yang minum khamr itu tidak bisa dianggap sebagai mukmin saat ia minum khamr."
Imam An-Nasa'i menambahkan dalam riwayatnya:

"Apabila ia melakukannya maka terlepaslah ikatan Islam dari lehernya."

Diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam Shahih-nya dari hadits Abu Hurairah bahwa Nabi Saw bersabda:

"Dua golongan yang menjadi penduduk neraka yang belum pernah kulihat; suatu kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi digunakannya untuk memukuli manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggak-lenggok (cara berjalanyang bisa menarik perhatian laki-lakij, dan kepala mereka bagaikan punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan bahkan tidak akan men-cium baunya. Dan sesungguhnya baunya bisa tercium dari jarak sekian dan sekian."
Itulah pengarahan dari Rasulullah sH yang merupakan arahan yang lurus. Sebagaimana yang telah dimaklumi bersama bahwa seorang anak jika tumbuh dengan kesesatan dan penyimpangan, serta tidak memiliki kesungguhan, maka kepribadian dan kejiwaannya akan hancur. Fisiknya pun akan rentan terserang penyakit.
Karena semua inilah maka wajib atas para pendidik (terlebih para ibu] untuk memelihara anak-anak mereka sejak kecil dan menanamkan ke dalam jiwa mereka hakikat keperwiraan, kesederhanaan, karakter kebapakan, ketinggian, dan akhlak yang agung dengan sebaik mungkin.
Diwajibkan juga atas mereka untuk menjauhkan anak-anak dari setiap perkara yang bisa menghancurkan keperwiraan dan kepribadian. Sebab, sesungguhnya upaya ini bisa menyelamatkan pola pikir mereka dan menguatkan jasmani mereka.
Itulah beberapa dasar yang paling penting yang telah digariskan oleh Islam dalam pendidikan fisik anak. Jika Anda telah mencurahkan perhatian dan melaksanakan tanggung jawab, maka generasi ke depan nantinya yang terdidik akan memiliki kekuatan, kesehatan, bersemangat, dan bergairah. Selanjutnya berarti para pendidik telah melaksanakan amanah yang dipikulkan di atas pundaknya. Mereka telah merealisasikan tanggung jawab yang telah diwajibkan Allah.
Selain itu, di sana ada fenomena membahayakan yang meliputi kehidupan anak- anak yang wajib diwaspadai. Sehingga mereka tidak terjerumus di dalamnya. Fenomena tersebut antara lain:

A.   Fenomena Rokok
Termasuk pemandangan yang menyedihkan di masyarakat saat ini adalah menyebarnya perilaku merokok pada anak. Ke mana saja seseorang menghadapkan pandangan pasti ia akan mendapati kebiasaan jelek ini telah menyebar di tengah masyarakat. Mayoritas dari mereka tidak selamat kecuali yang mampu mengalahkan keinginan nafsunya.
1.   Bahaya yang ditimbulkan rokok
Ada dua bahaya yang paling besar yang ditimbulkan oleh rokok. Pertama, bahaya kesehatan dan kejiwaan. Telah ditetapkan bahwa rokok [menurut para ahli medis] bisa mengakibatkan penyakit TBC, kanker paru-paru, melemahkan daya ingat, mengurangi nafsu makan, menyebabkan wajah pucat dan gigi menjadi kuning, menyumbatsaluranpernapasan,melemahkan urat-urat syaraf, menurunkan daya tahan tubuh, penyimpangan akhlak, melemahkan semangat, serta me-micu kemalasan.
Berikut ini juga ada penjelasan para dokter akan bahaya dan pengaruh rokok terhadap kesehatan:
Salah satu majalah yang ada di Jerman menyebutkan ada sekitar sepuluh pakar medis dari Amerika berkumpul di pusat penelitian di kota Bethesda yang berada di wilayah Meriland telah mengadakan pertemuan untuk membahas penga-ruh dari rokok terhadap kesehatan. Mereka menyepakati bahwa bahaya-bahaya rokok adalah:
/ Persentase angka kematian antara para perokok adalah lebih dari 68 % dibandingkan dengan yang tidak merokok.
/ Persentase perbandingan angka ke- matian para perokok dikarenakan penyakit dengan yang tidak merokok adalah sebagai berikut: kanker paru- paru [8,10], radang pada rongga hidung, saluran pernapasan, dan pembengkakan saluran-saluran ini [1,6), kanker kerongkongan [4,5), kanker rongga mulut (1,4), penyakit lam-bung (4,2), penyakit peridikal (6,2), dan penyakit perlemakan hati (7.1)
/ Hal yang demikian ini berarti bahwa penyakit pada jaringan syaraf dan perlemakan (penyakit yang di Amerika Serikat biasanya menyebabkan kematian) 70 % lebih banyak menyerang para perokok daripada yang tidak. Orang-orang yang terserang radang pada rongga hidung dan saluran pernapasan sekitar 500 %. Sedangkan kanker paru-paru yang dianggap sebagai kanker yang paling banyak tersebar adalah 1000 % lebih banyak menyerang para perokok daripada yang tidak merokok.8
***
Himpunan Organisasi di Suriah yang :erupaya untuk memberantas penyakit 75C telah mengeluarkan rilis berita seoagai berikut:
Kajian-kajian ilmiah yang telah dilakukan beberapa tahun terakhir telah menetapkan fakta sebagai berikut: ketika seseorang merokok, berarti ia telah menyimpan sekitar 80-90% asap di dalam tubuhnya. DisampingitUjiajugamenyimpan sisa-sisa pembakaran tembakau berupa :er yang tertimbun di saluran pernafasan. Ter adalah suatu macam senyawa kimiawi yang sebagiannya dapat menimbulkan kanker. Sedangkan sisa-sisa unsur lainnya dapat mengakibatkan pengoyakan dan uspat menjadikan paru-paru sebagai :empat terbaik untuk kuman-kuman TBC yang mematikan dan penyakit-penyakit ganas lainnya.
Para perokok lebih rentan terkena penyakit TBC dan kanker daripada orang-orang yang tidak merokok. Dengan demikian, kebiasaan merokok dapat meng-akibatkan kerusakan pada paru-paru secara berkepanjangan, seperti peradangan pada rongga dan pembengkakan pada paru-paru, asma, dan TBC. Merokok juga menyebabkan berbagai penyakit pada jantung, karena nikotin yang mengendap dapat memicu denyut jantung dan menyerang pembuluh-pembuluh darah. Banyak sekali para perokok yang membayar mahal untuk kematiannya. Maka hindarilah merokok agar kesehatan Anda terjaga.
Kedua, bahaya harta (ekonomi). Jika seseorang yang memiliki pendapatan yang terbatas harus mengeluarkan uang setiap harinya seperempat atau bahkan lebih dari pendapatannya, maka sudah pasti itu adalah bentuk penyia-nyiaan harta, menghancurkan rumah tangga, dan mencerai-beraikan keluarga. Dikarenakan seorang pecandu rokok dapat memotong jatah makan dirinya dan keluarganya. Bahkan, ia bisa membawa pada jalan yang menyimpang seperti melakukan suap atau mencuri demi mendapatkan rokok.
Apakah ada bahaya yang lebih besar yang mengancam kesehatan, akhlak, dan masyarakat daripada rokok? Namun ironisnya, banyak sekali manusia yang tidak mengetahui.
2.   Hukum syar'i rokok
Pembahasan seputar hukum yang berkaitan dengan rokok adalah sebagai berikut:
/ Telah disepakati para imam mazhab dan mujtahid bahwa semua perkara yang membawa pada bahaya dan menjerumuskan ke dalam kebinasaan, maka menjahuinya itu hukumnya wajib dan mengerjakannya hukumnya haram. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan menimpakan bahaya kepada orang lain." Dan berdasarkan keumuman firman Allah Ta’ala:
"...Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan ..." [QS. Al-Baqarah [2]: 195)
 
"...Dan janganlah kamu mem-bunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalph Maha Penyayang kepada-mu.” (QS. An- Nisa' [4]: 29)
Berdasarkan fakta-fakta yang menetapkanbahayanyaterhadaptubuh dan kesehatan maka meng-hindarinya hukumnya wajib dan mengonsumsinya adalah haram.
/ Orang yang memiliki akal sehat bisa menyimpulkan bahwa rokok itu termasuk dalam jenis kotoran yang membahayakan tubuh, menyebabkan bau tak sedap pada mulut. Seperti yang kita tahu, Allah telah menghalalkan bagi manusia sesuatu yang baik-baik saja dan mengharamkan sesuatu yang kotor untuk menjaga tubuhnya, menyelamatkan tingkah laku dan pikirannya, serta menampakkan perangai yang disenangi dan indah. Allah berfirman :

"...Jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk....” (QS. An-Nisa’ [4]: 2)

"...Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk..." (QS. Al-A'raf [7]: 157)
 
"Katakanlah, 'Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu.'..." (QS. Al-Ma’idah [5]: 100)
/ Rokok juga bisa melemahkan otak dan fisik, hal ini akan dirasakan oleh
perokok yang sudah lama dan yang pemula secara bertahap. Apalagi jika telah melampaui batas dan berlebihan. Sungguh Nabi jg§ telah melarang dari setiap yang melemahkan, sebagaimana beliau melarang setiap yang memabukkan dan membuat kecanduan. Disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam Musnad-nya dan Abu Dawud di dalam Sunan-nya dengan sanad shahih dari hadits Ummu Salamah. Ia berkata, "Nabi Saw melarang dari setiap yang memabukkan dan yang membius." Artinya, membuat kecanduan.
Nash-nash yang telah disebutkan ini secara lafal menegaskan tentang haramnya mengonsumsi rokok. Menjahuinya adalah wajib karena adanya bahaya yang besar dan keburukannya sudah nyata. Selain itu, merokok juga termasuk perbuatan menghamburkan harta dalam bahaya yang pengaruhnya kembali kepada individu, keluarga, dan masyarakat. Sungguh Nabi Saw telah melarang dari perbuatan menghamburkan harta sebagaimana disebutkan dalam riwayat Al-Bukhari.
Sedangkan orang yang mengatakan tentang boleh atau hanya makruhnya rokok dari kalangan fuqaha’ pada zaman dahulu, bisa jadi itu menjadi uzur bagi mereka dikarenakan ahli kedokteran belum bisa mengungkap bahaya-bahaya yang di timbulkannya. Mereka bersandar pada dalil kaidah, "Al-Ashlu fi asy-sya'i al-ibahah (hukum asli segala sesuatu itu adalah boleh)"
Selanjutnya setelah terungkap oleh ilmu kedokteran tentang bahayanya terhadap tubuh dan jiwa, dan telah jelas dampaknya yang besar bagi individu dan masyarakat maka sudah tidak ada ruang lagi untuk memperdebatkan antara hukum haram atau boleh. Sebab, keharaman dalam mengonsumsinya sudah jelas dan dosa dalam membiasakan perbuatan tersebut juga telah nyata. Wallahu a'lam.
3.   Apa upaya pencegahannya?
Adapun pencegahan atau penanggulangannya, pertama adalah kembali kepada negara dengan cara mengumumkannya melalui media massa secara luas. Bisa melalui surat kabar, radio, dan televisi yang melarang rokok, menyingkapnya secara terus menerus akan bahayanya dan dampaknya yang besar. Kemudian meminta bantuan kepada para ahli, orang-orang yang berpengalaman, dan penulis. Negara hendaknya juga bertindak dengan cara menaikkan pajak produksi dan harganya serta melarang dengan keras merokok di tempat umum yang di tempat tersebut banyak terdapat kerumunan manusia.
Upaya ini merupakan tahapan yang dilalui dalam upayanya ke depan untuk melarang secara total, sebagaimana yang terjadi saat ini di negara besar, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan lainnya.
Kemudian kepada orang-orang dewasanya yang telah terbiasa merokok hendaknya ia selalu merasa diawasi Allah dan takut kepada-Nya, sehingga mereka bisa menjauhi hal-hal yang diharamkan di antaranya adalah rokok. Hendaknya mereka juga memiliki kemauan yang kuat untuk mengalahkan hawa nafsu dan 
menggunakan akal sehat serta ilmu yang bisa mendorong mereka untuk berjalan di atas jalan yang lurus yang tidak ada penyimpangannya. Tidak diragukan lagi jika seseorang menghiasi dirinya dengan iman dan kemauan yang kuat serta akal sehat yang mengarahkan, tentu ia nantinya akan memiliki sifat yang sempurna dan kehidupan yang bahagia.
Adapun jika ada anak kecil yang telah terbiasa merokok karena kelalaian dari keluarga, maka meremehkan urusan ini adalah berbahaya. Wajib atas para pendidik untuk memberikan pengawasan terhadap tingkah laku anak-anak mereka serta mengetahui setiap gerak-geriknya. Luruskan jika mereka menyimpang, sehingga mereka bisa kembali pada kehidupan yang baik dan selamat.
Perkara yang tidak ada perselisihan lagi adalah jika seorang anak sejak awal pertumbuhannya telah terbiasa dengan rokok, maka secara bertahap sedikit demi sedikit ia akan terjerumus kepada keburukan, kerusakan, dan penyimpangan yang lebih besar. Sebab, rokok merupakan sarana yang bisa mendorong pada kekejian dan kemungkaran.
B.   Fenomena Onani
Penyakit yang satu ini banyak sekali menjangkiti para remaja. Faktor paling utama yang mendorong penyebarannya adalah disebabkan seringnya mereka melihat fitnah seperti pakaian wanita, cara berjalan mereka yang berlenggak-lenggok, dandanan mereka, dan sebagainya.
Ini adalah gambaran yang terjadi di masyarakat umum, apalagi yang kita saksikan lewat sinetron dan film-film, itu lebih parah lagi. Apa saja yang mereka lihat? Mereka melihat setiap yang bisa membangkitkan syahwat. Adapun yang mereka baca lewat majalah dan buku- buku yang berisikan cerita porno dan rangsangan seksual, itu merupakan pengaruh-pengaruh yang terbesar terhadap kesehatan jiwa para pemuda dan akhlaknya.
Pengaruh-pengaruh ini sudah cukup menjadikan para pemuda secara perlahan terjerumus ke dalam perzinaan dan tergelincir ke dalam jurang kehinaan. Para remaja yang tidak memiliki rasa adanya pengawasan dari Allah dan rasa takut kepada-Nya serta tidak memperhitungkan akibat yang akan ditimbulkannya maka ia akan terjerumus ke dalam dua perkara:
O Melampiaskan nafsu seksualnya lewat jalan yang haram (berzina atau memperkosa]
O Melampiaskan keinginannya dengan kebiasaan onani.
Bahaya dari kedua perkara di atas telah jelas sekali, baik menyerang tubuh, keturunan, maupun akal sehat. Agar pembahasannya bisa menyeluruh maka fenomena ini akan dibicaran dengan membagi tiga perkara:
1.   Dampak yang ditimbulkannya
Dampak yang ditimbulkan terbagi menjadi tiga, yaitu:
a.   Dampak terhadap tubuh
Menurut ilmu medis bahwa orang yang memiliki kebiasaan melakukan onani akan 
terserang berbagai penyakit, di antaranya adalah kehilangan stamina, jantung berdebar-debar, penglihatan dan daya ingat melemah, merusak alat pencernaan, radang paru-paru yangbisamengakibatkanpenyakit TBC, mempengaruhi peredaran darah, dan menyebabkan keku-rangan darah.
b.   Dampak Seksual
Dampak paling besar dari hal ini adalah penyakit syahwat (impoten), artinya seorang laki-laki tidak memiliki kemampuan seksual. Jika sudah demikian, hubungan suami istri tidak akan terjalin harmonis karena tidak adanya hubungan seksual.
Dampak yang lainnya adalah keengganan satu sama lain karena seseorang telah merasa puas dengan melakukan kebiasaan yang jelek ini. Dengan kata lain, seorang wanita tidak mendapatkan perlindungan (hubungan biologis) lewat pernikahannya dengan laki-laki yang sakit ini. Bahkan, bisa berujung pada perceraian atau seorang wanita tersebut melampiaskan keinginan seksualnya dengan temannya.
c.   Dampak terhadap psikologis
Para ahli kejiwaan telah menyatakan bahwa para pecandu onani bisa mengidap penyakit psikologi yang berbahaya, di antaranya adalah seperti pelupa, daya ;ngat melemah, cenderung menyendiri, pemalu, malas dan takut, mudah murung dan sedih, pikiran kotor, serta dampak lain yang menyerang pikiran dan melemahkan semangat. Semua ini berdasarkan hasil kajian para ahli.
2.   Hukum syar'i seputar onani
Secara syar'i, agama Islam telah menetapkan bahwa hukum dari onani adalah haram. Hal ini berdasarkan dalil- dalil berikut:
"Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri- istri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Mukminun [23]: 5-7)
Masuk ke dalam keumuman ayat, "Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Mukminun [23]: 7). Maka segala bentuk pemuasan syahwat tanpa melewati jalan pernikahan atau budak yang dimiliki, seperti zina, liwath, dan onani.
Telah diriwayatkan dari Atha’ (dia adalah salah seorang sahabat Ibnu ‘Abbas), ia berkata, "Aku pernah mendengar suatu kaum yang dikumpulkan sedangkan tangan-tangan mereka terikat. Saya mengira mereka itu adalah orang-orang 
yang suka onani."
Sa'id bin Jubair salah seorang tokoh tabi'in berkata, "Allah akan mengazab suatu umat yang mereka suka mempermainkan kemaluannya."     
Demikian juga disebutkan:
"Ada tujuh golongan yang Allah tidak akan melihat mereka ... di antaranya adalah orang yang menikahi tangannya [onani]."
Nash-nash ini menunjukkan akan keharamannya kebiasaan melakukan onani.
Demikian juga, telah kami jelaskan pada pembahasan sebelumnya tentang masalah hukum rokok, bahwa setiap yang menyebabkan suatu bahaya dan menjerumuskan ke dalam kehancuran maka menjauhinya hukumnya adalah wajib dan melakukannya adalah haram. Hal ini berdasarkan keumuman hadits, "Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan menimpakan bahaya kepada orang lain." Dan berdasarkan keumuman firman Allah Ta’ala:
 
"...Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan..." (QS. Al-Baqarah [2]: 195)
Karena kebiasaan onani ini bisa menimbulkan bahaya-bahaya fisik, seksual, kejiwaan, dan akal maka berdasarkan dalil di atas pula tindakan tersebut diharamkan.
Ada sebuah pertanyaan, apabila perbuatan onani itu diharamkan, maka bagaimana pendapat syariat tentang orang yang dikuasai syahwatnya, dan ia merasa yakin kalau nanti bisa terjerumus ke dalam perzinaan?
Jika manusia dihadapkan dengan kerusakan yang menjadi dilema baginya, maka ia memilih jalan keluar perkara yang lebih ringan bahayanya dan yang paling kecil dampak negatifnya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam kai-dah ushul:
 
“Memilih yang paling ringan bahayanya dari dua bahaya."
Sebagaimana telah diketahui bahwa kebiasaan beronani adalah kebiasaan buruk, tetapi yang lebih hina dari itu adalah zina dan liwath (homoseks). Sebab, hal itu bisa merusak eksistensi manusia
secara umum dan membunuh kemuliaan, di samping juga bisa mengakibatkan kerancuan nasab, menumpahkan darah, menimbulkan hasad, dan dengki. Dalam keadaan seperti ini, memilih onani itu lebih baik karena bahaya kerusakan yang ditimbulkannya lebih ringan.
Karenanya, para fuqaha’ mengatakan, "Melakukan onani dengan tangan itu hukumnya haram apabila tujuannya hanya sekadar dapat melampiaskan syahwatnya. Namun, apabila ia telah dikuasai syahwat yang menjadikan pikirannya jadi tidak menentu, gelisah, dan tidak bisa membendung perbuatan zina, maka melakukan onani bisa membantunya untuk tenang. Maka dari itu, perkara ini menjadi boleh. Pelakunya tidak mendapatkan pahala juga tidak mendapatkan dosa.”

Co Hujroh

  • Abadan fi Ma'had
  • ***
  • Co Hujroh No Reputation.
  • Join: 2018
  • Posts: 1726
  • Logged
Re: TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN FISIK ANAK
« Reply #1 on: 16 Apr, 2019, 21:10:26 »
3.   Bagaimana solusinya?
Adapun solusi yang paling tepat untuk mengatasi masalah ini bisa dilakukan dengan berbagai cara:
a.   Menikah pada usia muda
Inilah sarana yang paling manjur dalam menanggulangi kebiasaan buruk ini. Bahkan, inilah satu-satunya jalan menurut fitrah yang bisa memalingkan dari bangkitnya nafsu syahwat. Di samping itu, menikah juga memiliki manfaat lain secara moral, sosial, kesehatan, dan kejiwaan.
b.   Puasa sunnah
Barangkali belum memungkinkan untuk melangsungkan pernikahan pada usia muda, maka agama Islam memberi pengarahan bagi siapa saja yang belum mampu untuk menikah hendaknya melaksanakan puasa sunnah. Dikarenakan, puasa bisa melemahkan gejolak syahwat, memecah insting seksual, dan menguatkan rasa muraqabatullah dan khasyah. Sebagaimana telah ditunjukkan dalam sabda Nabi Saw, yang diriwayatkan oleh jamaah:
 
"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah sanggup  untuk menikah maka menikahlah, karena ia (pernikahan) bisa me-nundukkan pandangan dan bisa membentengi kemaluan. Dan jika di antara kalian belum sanggup maka hendaklah berpuasa karena sungguh ia akan menjadi wija' (pemutus syahwat)."
Puasa sunnah yang ditekankan oleh agama agar kita melaksanaknnya sangat banyak, kami sebutkan sebagiannya saja. Diantaranya adalah puasa Dawud, yaitu puasa satu hari kemudian berbuka satu hari. Kemudian puasa Senin dan Kamis, puasa enam hari pada bulan Syawal, puasa ‘Asyura ,dansebagainya.Puasa-puasayang dilakukan tersebut bisa mengendorkan syahwat berdasarkan sabda Nabi Saw:
 
"Dan jika di antara kalian belum sanggup maka hendaklah berpuasa."

c.   Menghindari segala sesuatu yang dapat merangsang syahwat
Tidak ada perselisihan bahwa masyarakat sekarang ini penuh dengan kerusakan dan kemewahan. Mayoritas mereka banyak yang terjerumus ke dalam penyimpangan dan dosa. Jika seorang pemuda larut dalam rangsangan, fitnah, perbuatan hina dan keji ini maka ia akan mengalami penyimpangan dalam akhlak dan perilaku serta akan menjadi binatang buas dalam masalah syahwat.
Maka dari itu, hendaknya para pendidik senantiasa memberikan nasihat dan harus memberikan peringatan dan kewaspadaan terhadap siapa yang mendapatkan hak tanggung jawab pengarahan dan didikan. Selalu sampaikanlah bahwa melihat wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang [mengumbar aurat], membaca cerita-cerita cabul, majalah- majalah porno, dan men-dengarkan nyanyian-nyanyian cabul, semua itu bisa merusak kehormatan dan akhlak. Mudah- mudahan para pemuda kita bisa terjaga dengan nasihat ini, menginstropeksi akibat-akibat buruk yang ditimbulkannya, kemudian bisa memelihara keseimbangan kehendak, jiwa, dan moral serta kesehatan akal dan fisik. Dengan demikian mereka nantinya akan menjadi generasi shalih lagi baik.
d.   Mengisi waktu luang dengan kegiatan
yang bermanfaat
Para pakar pendidikan men-jelaskan jika seorang anak larut dalam waktu kosong maka ia akan memanfaatkannya untuk memikirkan dan berkhayal tentan hal-hal yang bisa menimbulkan rangsangan seksual. Ia hanya mendapatkan dalam dirinya keinginan syahwat dan mengejar semua khayalan-khayalannya. Dengan demikian, ia pun mencari pelampiasan dengan melakukan onani.
Oleh karena itu, apa sebaiknya solusi untuk mengentaskan mereka dari khayalan-khayalah jelek sehingga mereka tidak terjerumus ke dalam nilai-nilai yang rendah dan akibat-akibat buruk?
Solusinya adalah mengenalkan kepada para remaja yang memasuki usia dewasa bagaimana memanfaatkan dan mengisi kekosongan waktunya. Alangkah banyak sebenarnya ruang-ruang untuk memanfaatkan waktu dan mengisi kekosongan, baik dengan berolahraga, memilih teman yang dapat dipercaya untuk berekreasi, menelaah ilmu yang bermanfaat, mengasah keterampilan atau bakatnya, menghadiri majelis ilmu, maupun melatih otak atau ketangkasan, seperti memanah sebagai sarana jihad dan bekal untuk dirinya.
e.   Pergaulan yang baik
Termasuk perkara yang paling penting yang hendaknya senantiasa dijaga oleh 
para pendidik terhadap anak-anak mereka pada saat remaja adalah memilihkan teman yang baik, shalih, dan dapat dipercaya untuknya. Teman yang selalu mengingatkan di saat lupa, yang menasihati di saat menyimpang, mendukungnya jika berbuat kebajikan, dan berbela sungkawa saat ia tertimpa musibah.

Dikatakan bahwa tipe teman-teman yang gemar menolong itu sangat sedikit jumlahnya, apalagi untuk mendapatkan teman yang ikhlas dan beriman pada zaman sekarang ini. Ya bolehlah kita mengatakan bahwa teman yang baik itu sangat sedikit, tetapi yang sedikit ini tersebar di berbagai tempat yang mereka dapat dikenali dari tanda bekas sujud di dahi mereka, dari akhlak yang luhur mereka, dan jalan mereka yang lurus.
Hendaklah para pemuda mencari teman yang jujur, ikhlas, dan beriman seperti yang digambarkan di atas. Dengan demikian, mereka bisa menjadi sandaran dalam membantunya menghadapi problematika dan fitnah kehidupan. Dan agar mereka menjadi pahlawan yang dapat diandalkan dan dipercaya.
Tidakdisangsikanlagibahwaseseorang itu tergantung kepada agama temannya. Maka benarlah sabda Nabi Saw

"Seseorang itu tergantung pada agama temannya, maka lihatlah salah seorang di antara kalian siapakah temannya.”

Sudah diketahui bersama bahwa anak yang suka bergaul dengan teman-teman ahli munkar, fasik, suka maksiat, maka ia akan membawanya kepada kesesatan. Berteman dengan orang yang seperti itu hanya mendapatkan keuntungan pribadi dan duniawi.
Maka waspadailah para pemuda kita dari pertemanan dengan orang-orang jahat dan buruk. Hendaknya mereka berusaha keras mencarikan pertemanan yang baik dan kelompok yang beriman agar terealisasi bagi mereka kebahagiaan di dua kampung: kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat. Mahabenar Allah dengan firman- Nya:

"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang- orang yang bertakwa." (QS. Az-Zukhruf [43]: 67)
f.   Melaksanakan petunjuk medis
Berikut ini petunjuk para ahli kesehatan dan kedokteran untuk menekan rangsangan birahi dan gejolak syahwat:
 
"Seseorang itu tergantung pada agama temannya, maka lihatlah salah seorang di antara kalian siapakah temannya.”
 
1.   Banyak berdiam di tempat-tempat yang dingin di saat musim panas dan menyiramkan air dingin pada organ- organ seksual pada musim-musim lainnya.
2.   Memperbanyak olahraga dan permainan ketangkasan. 
3.   Menghindari makanan yang mengandung hormon-hormon yang dapat merangsang dan membangkitkan syahwat.
4.   Sebisa mungkin mengurangi sesuatu yang dapat membangkitkan syahwat, seperti kopi dan teh.
5.   Kurangi mengonsumsi daging yang berwarna merah dan putih.
6.   Tidak membiasakan tidur telentang atau tengkurap. Namun, yang disun- nahkan adalah tidur dengan bersandar pundak sebelah kanan dan menghadap kiblat.
g.   Merasa takut kepada Allah Swt
Tidak diragukan lagi bahwa seorang pemuda yang merasakan dalam sanubarinya yang terdalam akan pengawasan Allah, niscaya ia akan berhenti dari hal-hal yang dapat menghancurkan, dan kejelekan-kejelakan, serta mena-han diri dari berbuat keji dan munkar.
Seperti yang telah diketahui bersama bahwa menghadiri majelis ilmu dan dzikir, menjaga shalat wajib dan sunnah, melazimi tilawatul qur'an, mendirikan shalat malam, melaksanakan puasa sunnah, mendengarkan sirah para shahabat dan orang-orang shalih, memilih teman yang baik, berhubungan dengan jamaah yang beriman, mengingat kematian, dan lain sebagainya, semua itu bisa menguatkan pribadi seorang mukmin terlebih sisi khasyah (rasa takut)-nya kepada Allah, la merasa diawasi oleh-Nya dan merasakan ke-agungan-Nya.
Hendaklah para pemuda memilih untuk melaksanakan sarana-sarana ini yang bisa menguatkan dalam dirinya akan akidah muraqabatullah (merasa di awasi) dan khasyah (takut) kepada-Nya. Sehingga ia tidak akan tergoyahkan dengan godaan fitnah kehidupan dunia dan tidak terjerumus ke dalam jurang keharaman, dan berpegangan dengan firman Allah Swt
"Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)." (QS. An-Nazi‘at [79]: 37- 41)
C.   Fenomena Minuman Keras dan Karkoba
Fenomena ini banyak kita temui pada anak-anak telantar yang telah kehilangan pengarahan dan pendidikan. Selain itu juga kita temui pada anak-anak yang berjalan pada jalan menyimpang disebabkan orang tua mereka lalai untuk memberikan pengawasan. Kemudian mereka bergabung dengan orang-orang jahat, sehingga terpengaruh dengan perilaku rusak dan hina mereka.
Agar pembahasan bisa lebih menyeluruh maka akan kami bagi pembahasan menjadi tiga bagian:
1.   Dampak yang ditimbulkan
Ada beberapa dampak negatif yang ditimbulkan dari minuman keras dan narkoba, di antaranya:
a.   Dampak bagi kesehatan dan akal
Menurut kesepakatan para dokter dan ahli kesehatan bahwa penyalahgunaan minuman keras dan narkotika dapat menyebabkan gila, melemahkan daya ingat, menyebabkan penyakit syaraf, pencernaan, menguruskan badan, melumpuhkan daya otak, menghilangkan selera makan, melemahkan organ seksual, me-nyebabkan bekunya jaringan dan pembuluh darah, serta menyebabkan penyakit-penyakit yang berbahaya lainnya. Cukuplah kita mengetahui bahayanya dari hasil penemuan Lembaga Sensus Nasional di Perancis yang menetapkan bahwa orang-orang yang meninggal di Perancis dengan sebab minuman keras lebih banyak daripada yang meninggal terkena penyakit TBC. Pada tahun 1955 ada 17.000 orang yang telah meninggal gara-gara pengaruh minuman keras, sedangkanyangmeninggal karena TBC hanya 12.000 saja.
b.   Dampak ekonomi
Telah diketahui bahwa orang yang gemar mabuk dan mengonsumsi narkoba telah menghamburkan harta dengan mudah dan tanpa perhitungan. Perilaku suka menghamburkan harta ini bisa menghancurkan rumah tangga dan mewariskan kefakiran. Di samping itu, para pecandunya bisa melemahkan pendapatan, ekonomi yang carut marut, dan keterbelakangan budaya. Hal ini disebabkan dapat menimbulkan berbagai penyakit malas, lemah, serta penyakit- penyakit lainnya, baik jasmani maupun kejiwaan.
Salah satu surat kabar Mesir yang berjudul Al-Ahram edisi 3/5/1965 menyebutkan bahwa sebanyak 72 juta orang Amerika adalah peminum khamr. Dua puluh juta di antara mereka telah membebani negara sebanyak dua milyar dolar setiap tahunnya, kerena kehilangan pekerjaan.
c.   Dampak bagi kejiwaan, moral dan
sosial
Seorang pecandu minuman keras atau narkoba akan terindikasi sifat yang jelek dan akan terbiasa dengan kelakuan yang buruk, seperti berbohong, penakut, menghinakan nilai-nilai moral, dan akan mendorongnya melakukan kejahatan seperti mencuri dan membunuh. Selain itu, akhlaknya juga akan menyimpang, tidak memiliki kemauan, dan tidak merasa memiliki tanggung jawab. Ia juga akan manghabiskan waktunya di tempat-tempat tersembunyi bersama teman-teman jahatnya untuk mengonsumsi minuman keras dan obat terlarang.
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa negara-negara kolonialis menjadikan penyebaran narkoba sebagai senjata 
ampuh untuk menghancurkan bangsa- bangsa lainnya. Hingga saat ini, Mesir senantiasa memerangi penyebaran narkoba yang telah diwariskan oleh negara kolonial Inggris sejak seperempat abad yang lalu. Inggris juga memaklumatkan perang terhadap Cina yang menjual candu, yang terkenal dengan perang candu.

2.   Pandangan hukum Islam
Sesungguhnyalslamtelahmenghukumi haram segala jenis minuman keras dan narkoba. Hal ini berdasarkan kesepakatan dan dalil-dalil berikut:
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan iut bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang. Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)." [QS. Al-Ma’idah [5]: 90- 91)

Sebagaimana sabda Rasulullah Saw tentang keharamannya yang diriwayatkan oleh Abu Dawud:
"Allah melaknat khamr, peminumnya, penuangnya, pembelinya, penjualnya, pemerasnya, pembawanya, dan orang yang minta dibawakan kepadanya."

Sedangkan dalil tentang pengharaman narkoba banyak sekali, berikut di antaranya. Berdasarkan keumuman dalil dari ayat:
 
"...Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk ..." (QS. Al-A'raf [7]: 157)
Dan keumuman sabda Nabi Saw:

"Tidakboleh membahayakan dirisendiri dan menimpakan bahaya kepada orang lain." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Masuk ke dalam larangan yang termaktub dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam Musnad- nya dan Abu Dawud di dalam Sunan-nya dengan sanad jayyid dari hadits Ummu Salamah Istri Nabi Saw bahwa ia berkata:
 
"Rasulullah Saw melarang setiap yang mema-bukkan dan melemahkan.”
Sedangkan narkoba diharamkan sebab ia bisa melemahkan atau membius pengonsumsinya.
Sesungguhnya ia dihukumi berdasarkan landasan pengharaman khamr, karena ia dianggap yang bisa menutup akal dan mengeluarkannya dari tabiat akal yang sehat dan lurus. Pada suatu ketika, Umar bin Al-Khattab pernah mengumumkan di atas mimbar Rasulullah Saw, "Khamr adalah setiap yang menutupi akal."
Pernyataan Umar ini telah membatasi makna khamr, sehingga tidak ada lagi pertanyaan dari orang-orang yang tidak paham. Bahwa setiap yang menutupi akal dan yang keluar dari tabiatnya yang bisa membedakan baik dan buruk, juga yang sehat dan lurus maka ia termasuk khamr yang diharamkan sampai hari kiamat.
Adapun yang termasuk dalam kategori narkoba adalah ganja, kokain, candu, dan lainnya. Barang-barang itu dapat memberikan pengaruh besar pada akal. Orang yang mengonsumsinya akan tampak sesuatu yang dekat menjadi jauh, sebaliknya sesuatu yang jauh menjadi dekat. Ia akan berangan-angan yang bukan sesungguhnya, akan tenggelam ke dalam lautan mimpi dan khayalan sehingga ia akan melupakan dirinya sendiri, agama, dan dunianya.
Al-Qarafi dan Ibnu Taimiyyah mengatakan bahwa hasyisah sejenis rumput (yang memabukkan) telah disepakati keharamannya. Ibnu Taimiyyah mengatakan, "Barangsiapa yang meng- halalkannya maka ia telah kafir.”
Jika ada pertanyaan, bagaimana hukumnya menggunakan khamr untuk pengobatan? Jawabannya adalah dengan apa yang telah disampaikan Nabi dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Ahmad ketika beliau ditanya oleh seseorang tentang khamr, kemudian beliau melarangnya. Orang tadi berkata lagi, "Aku menggunakannya untuk pengobatan." Nabi Saw menjawab:
"Sesungguhnya itu bukan obat melainkan penyakit."
Diriwayatkan pula oleh Abu Dawud bahwa Nabi Saw bersabda:
 
'Sesungguhnya Allah itu menurunkan penyakit beserta obatnya, sehingga Allah jadikan untuk kalian suatu penyakit dan obatnya. Maka berobatlah kalian, tetapi janganlah berobat dengan sesuatu yang diharamkan.”
Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari di dalam perkara yang memabukkan dari hadits Ibnu Mas'ud  tentang keadaan orang yang mabuk:
 
"Sesungguhnya Allah tidak akan menjadikan kesembuhan kalian dari yang diharamkan-Nya atas kalian."
Nash-nash hadits di atas adalah landasan dalam menetapkan hukum menggunakan khamr untuk pengobatan adalah haram. Dan berdosa bagi siapa yang mengonsumsinya.
Adapun perkara mencampur beberapa obat dengan alkohol dalam kadar yang terbatas (karena darurat), seperti untuk menjaga obat agar tidak cepat rusak, maka itu diperbolehkan apabila dipastikan kesembuhannya. Dan yang memberi resep adalah seorang dokter muslim yang mahir dan yang takut kepada Allah dalam kondisi sendiri maupun di keramaian. Dikarenakan fondasi syariat itu dibangun di atas fondasi kemudahan, menolak kesusahan, dan merealisasikan maslahat manusia. Hal ini berdasarkan firman Allah Swt :
 
"...Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya), sedangkan dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya ...." (QS. Al-Baqarah [2]: 173)
3.   Solusi
Adapun solusi yang paling tepat untuk mengentaskan masalah ini adalah dengan sarana-sarana sebagai berikut:
a.   Pendidikan yang benar
Pendidikan yang benar dimulai senjak anak masih kecil dengan keimanan kepada Allah, takut kepada-Nya, dan merasa selalu diawasi Allah saat sendiri maupun di keramaian. Hal ini dikarenakan pendidikan yang lurus ini memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk perasaan anak, memperbaiki diri, dan meninggikan akhlaknya. Sejarah membuktikan bahwa orang-orang Arab tatkala mereka mengenal Islam kemudian beriman dan masuk ke dalamnya, perasaan mereka terdidik di atas fondasi muraqabatullah. Tertanam dalam jiwanya rasa takut kepada Allah, meminta pertolongan kepada-Nya, bersandar kepada-Nya, me-ninggalkan setiap adat tercela yang senantiasa mereka kerjakan di masa jahiliyah.
Kita ambil satu contoh tentang ketergantungan orang-orang Arab dengan khamr sebelum datangnya Islam. Pujian mereka dengan meminumnya dan dengarlah apa yang dikatakan penyair mereka tentang ketergantungan mereka dengan khamr:
Jika aku mati maka kuburlah aku di sisi pohon anggur
Agar jika aku telah mati nanti, tulang- tulangku dapat menghirup akar- akarnya
Bahkan nama atau julukan yang mereka pakai pun sebagai berikut, tuak, arak, anggur, anak gugusan anggur, anak tuak, putri arak, dan lain-lainnya yang jumlahnya bisa lebih dari seratus nama dan julukan.
Meskipun dengan semua ini, tatkala sampai kepada mereka berita tentang pengharaman khamrmakamereka spontan mengatakan Rabb kita telah melarangnya. Bahkan, mereka menumpahkan khamr- khamr yang masih mereka simpan di jaian-jalan kota Madinah. Demikianlah, keimanan akan membuat suatu keanehan manakala telah bercampur di dalam lubuk hati, dan telah tertanam benih-benih di dalam perasaan dan jiwa-jiwa. Bahkan, akan memainkan peran dalam perbaikan dan pendidikan yang negara merasa kesulitannya mencari pemecahannya.
b.   Melarang penyebabnya
Perkara ini kembali kepada orang yang memiliki kewenangan dan kemampuan melaksanakan. Tatkala negara melarang keras peredaran bermacam-macam minuman keras yang ada di pasaran dan mengambil tindakan untuk memberantasnya, maka akan tertutuplah pintu orang yang akan meminumnya. Sehingga orang-orang yang fasik itu tidak mendapatkan jalan lagi untuk mendapatkannya.
c.   Menghukum pelakunya
Sesungguhnya Islam telah menetapkan hukuman yang berat bagi orang yang melakukannya dengan hukuman jilid sebanyak 40 sampai 80 kali. Ini belum mencakup hukuman yang bersifat mendidik untuknya berupa penjara, diasingkan, atau disita setiap orang yang menjual, membawa, dan memperdagangkannya.
Pemerintah hendaknya melaksanakan semua itu dengan kesungguhan, keikhlasan, ketegasan, dan berkesinambungan agar amal yang dilakukannya menjadi yang terbaik.
Harapannya, kelak kita bisa mewujudkan masyarakat yang bersih dari ancaman khamr dan bahaya narkoba.
D.   Fenomena Pezinaan dan Homoseksual
Ini merupakan fenomena sosial yang paling berbahaya bagi para remaja yang akan memasuki dewasa. Berapa banyak kita mendengar anak-anak yang belum genap usia balig, mereka telah menempuh jalan yang rusak dan keji karena kelalaian pengawasan dari orang tua. Sehingga mereka terjerumus ke dalam jurang kehancuran.
Betapa kagetnya para orang tua dan wali tatkala menyaksikan anak-anak mereka atau siapa saja yang berada dalam tanggungannya telah rusak fitrahnya. Apakah penyelesaian-penyelesaian ini akan memberikan manfaat setelah mereka melihat buah hati mereka ter-gelincir dalam lembah keburukan dan terperosok ke dalam kerusakan?
Dan sekiranya mereka mau mendidiknya dengan akhlak-akhlak yang utama, mengawasi setiap gerak-geriknya dengan ketat, mengenali siapa saja kawan- kawannya, maka niscaya kondisi yang menyakitkan dan menyedihkan ini tidak akan terjadi.
Siapakah yang pertama kali bertanggung jawab atas terjadinya kerusakan moral dan penyimpangan sosial yang dialami oleh anak kalau bukan para orang tua dan wali? Siapakah yang bertanggung jawab mengarahkan mereka akan dasar- dasar akhlak yang utama kalau bukan para orang tua dan wali? Orang yang paling bertanggung jawab dalam mendidik anak- anak adalah kedua orang tua. Setelah itu baru menjadi tanggung jawab masyarakat dan terakhir negara.
1.   Dampak yang ditimbulkan
Penyakit yang ditimbulkan akibat perbuatan zina dan liwath sangat besar di antaranya:
A. Dampak kesehatan fisik
Perbuatan zina dan liwath dapat menimbulkan beberapa penyakit, di antaranya:
1.   Penyakit syphilis (raja singa)
Tanda-tanda penyakit ini adalah borok dan pembengkakan pada organ seksual, bibir, lidah, atau kelopak mata. Munculnya bercak-bercak hitam di sekujur tubuh dan menyebabkan penyakit berbahaya lainnya seperti kelumpuhan, kebutaan, pem-bekuan pembuluh darah, penurunan kondisi fisik, sesak napas, kanker lidah, dan kadang juga bisa menimbulkan penyakit TBC. Penyakit tersebut bisa menyerang istri dan anak-anak, karena ini termasuk penyakit yang bisa menular melalui sentuhan dan dahak.
2.   Penyakit kencing nanah
Tanda-tanda penyakit ini adalah rasa sakit yang luar biasa saat buang air kecil, mengeluarkan cairan berupa nanah lewat jalan saluran kencing laki-laki dan lewat leher rahim dan saluran kencing wanita. Jika nanah tersebut bertumpuk-tumpuk pada laki-laki maka akan menyebabkan peradangan pada dua biji pelir dan terjadi penyempitan pada saluran kencing. Adapun bagi wanita, itu bisa menyebabkan peradangan pada rahim, tem-pat indung telur, dan kedua pinggang. Penyakit ini juga bisa menyebabkan kemandulan. Selain itu bisa mengakibatkan tidak bisa kencing bagi laki-laki dan terkadang bisa menyebabkan kematian.
3.   Tersebarnya Penyakit Menular
Perbuatan zina dan liwath dapat menyebabkan penyakit menular yang berbahaya. Lantaran sebab berpindahnya bakteri yang berbahaya dari orang sakit kepada orang yang sehat. Dan disebabkan terbawanya kotoran-kotoran saat melakukan persetubuhan. Kebanyakan penyakit ini mudah menyebar di lingkungan yang banyak terjadi perzinaan dan liwath.
Benarlah apa yang disabdakan Nabi ii§ yang mengatakan bahwa perbuatan keji jika telah menyebar di tengah kaum, maka Allah akan menimpakan siksa dengan berbagai penyakit yang belum dikenal sebelumnya. Diri-wayatkan oleh Ibnu Majah, Al-Bazzar, dan Al-Baihaqi bahwa Rasulullah Saw bersabda:
 
"Wahai kaum Muhajirin, lima perkara yang apabila kalian ditimpanya maka aku berlindung kepada Allah agar kalian tidak menemuinya. -Beliau menjelaskannya secara rinci- tidaklah muncul perbuatan keji (perzinaan) pada suatu kaum yang dilakukan secara terang- terangan kecuali akan menyebar penyakit tha'un dan penyakit-penyakit
yang belum pernah dikenal oleh para
pendahulunya."
B. Dampak sosial, moral, dan kejiwaan
Dampak yang paling nyata dari perbuataniniadalahakanmembawakepada rancunya nasab dan hilangnya keturunan, memutus hubungan suami istri, dan memecah persatuan keluarga. Cukuplah sebagai dampak jelek dan kerusakannya bahwa perbuatan itu bisa menyebabkan masyarakat tidak peduli dengan anak yang tidak memiliki kemuliaan dan nasab. Jika keadaannya sudah demikian maka kaum muda-mudi akan tenggelam dalam arus budaya/ree seks, sehingga kita mendapati betapa akhlak dan kemuliaan menjadi tidak bernilai.
Apa jadinya jika suatu masyarakat telah rusak akhlaknya? Apa jadinya jika suatu masyarakat anak-anaknya telah menyimpang, wanita-wanitanya telah ternoda, dan pemudanya gemar berbuat dosa?
Apa jadinya jika suatu masyarakat telah dikuasai nafsu syahwat dan terbelenggu oleh naluri jeleknya? Ia hanya mengenal pemenuhan hasrat seksual dan keinginan yang haram.
Tidak diragukan lagi bahwa itu adalah masyarakat yang telah rusak, yang setiap saat akan mengalami kehancuran. Mahabenar Allah yang telah berfirman:
"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu. Maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya." [QS. Al-Isra’ [17]: 16)
2.   Pandangan hukum Islam
Perbuatan zina dan liwath telah diharamkan secara tegas berdasarkan kesepakatan fuqaha’ dan para mujtahid. Berdasarkan pada dalil-dalil berikut. Allah Swt. berfirman:
"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra’ [17]: 32)

‘‘Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barangsiapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya). (Yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina. ” (QS. Al-Furqan [25]: 68)
Sabda Rasulullah Saw sebagai-mana yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim:
 
"Tidaklah seorang pezina itu saat melakukan perbuatan zina dikatakan sebagai orang mukmin."
Diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani dari Nabi Saw bahwa beliau bersabda:
"Sesungguhnya wajah para pezina itu akan menyala bagaikan api."

Diriwayatkan oleh Al-Hakim dari Rasulullah bahwa beliau bersabda:

"Apabila zina dan riba itu menyebar di suatu kaum, maka mereka telah menghalalkan azab Allah untuk diri

mereka sendiri.
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dan Al-Khara’ithi bahwa Rasulullah bersabda:
 
"Laki-laki yang berzina dengan istri tetangganya maka Allah tidak akan melihatnya dan tidak akan menyucikannya. Dikatakan kepadanya, 'Masuklah kalian ke dalam neraka bersama orang-orang yang memasukinya'.”
Adapun yang berkaitan dengan pengharaman liwath, Allah Swt berfirman:
 
“Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu. Bahkan kamu adalah orang- orang yang me-lampaui batas.” (QS. Asy-Syu'ara' [26]: 165-166)

“Dan (ingatlahj ketika Luth berkata kepada kaumnya, 'Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang sangat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu. Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun, dan mengerjakan kemungkaran di tempat- tempat pertemuanmu?' Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan, ‘Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar'."(QS. Al-Ankabut [29]: 28-29)
Dan sabda Rasulullah i| yang diriwayatkan oleh Al-Hakim. Beliau bersabda:
"Terlaknatlah orang yang berbuat seperti perbuatannya kaum Luth (homoseksual). Terlaknatlah orang yang berbuat seperti perbuatannya kaum Luth. Terlaknatlah orang yang berbuat seperti perbuatannya kaum Luth."
Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi bahwa Nabi ber-sabda:
"empat golongan manusia yang di pagi hari mendapatkan amarah dan di petang hari mendapatkan murka Allah.” Abu Hurairah ra bertanya, "Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?" Nabi menjawab, "Laki-lakiyang menyerupai wanita, dan wanita yang menyerupai laki-laki, kemudian orang yang menyetubuhi binatang, dan orang yang mendatangi laki-laki (homoseksual)."
Agama Islam telah menetapkan hukuman pelaku perzinaan maupun
liwath:
1.   Hukuman Zina
Ada dua hukuman bagi pelaku zina dalam pandangan Islam. Pertama, hukuman dera dan diasingkan. Sedangkan kedua, hukuman rajam.
• Hukuman dera dan diasingkan
Hukuman ini diberikan kepada seorang pezina ghairu muhshan (belum berkeluarga], baik laki-laki atau perempuan. Ia didera seratus kali, sebagai-mana firman Allah Ta'ala:
 
"Perempuan yang berzina dan laki- laki yang berzina, maka deralah tiap- tiap seorang dari keduanya seratus kali dera. Dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang yang beriman." (QS. An-Nur [24]: 2]

Menurut pendapat Hanafiyah (pengikut Imam Abu Hanifah), ia diasingkan sebagai hukuman ta’zir (pelajaran], jika seorang imam memandang bahwa dengan diasingkan tersebut terdapat maslahat. Menurut pendapat yang lain bahwa setelah .a didera kemudian wajib diasingkan ke suatu tempat yang jauhnya tidak sampai jarak qashar shalat. Mengasingkan ini adalah ketetapan para Khulafa'ur Rasyidin dan yang banyak menjadi perkataan shahabat.
• Hukuman rajam
Hukuman ini diberlakukan kepada pezina yang muhshan (sudah berkeluarga). Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim juga yang lainnya bahwa Nabi Saw bersabda:

“Tidak dihalalkan menumpahkan darah seorang muslim yang bersyahadat tidak ada ilah yang hak disembahan selain Allah dan aku (Muhammad) adalah utusan Allah kecuali salah satu dari tiga golongan. Orangyang telah berkeluarga (menikah) berzina, membunuh (tanpa alasan yang hak), meninggalkan agama (murtad) yaitu memisahkan diri dari jamaah. "
Dan dalam riwayat yang shahih diterangkan bahwa Rasulullah J|| memerintahkan untuk merajam Ma'iz bin Malik dan seorang wanita Al-Ghamidiyah yang keduanya telah mengaku langsung di hadapan Nabi Saw telah melakukan zina, sedangkan keduanya itu telah berkeluarga (muhshan).
2.   Hukuman Liwath
Para ulama sepakat bahwa perbuatan liwath juga termasuk zina, tetapi memang dibedakan dalam menetapkan hukumannya. Al-Baghawi berkata, "Para ulama berbeda pendapat dalam menetapkan hukuman bagi orang yang melakukan perbuatannya kaum Luth (homoseksual). Sebagian ada yang berpendapat bahwa hukuman bagi pelaku homoseks itu sama dengan hukuman pelaku zina. Jika ia muhshan maka dirajam, dan jika tidak muhshan maka ia didera sebanyak seratus kali. Ini pendapat Imam Syafi'i.
Sebagiannya lagi berpendapat bahwa orang yang melakukan perbuatan kaum Luth itu dihukum rajam, baik muhshan maupun tidak muhshan. Ini pendapat Imam Ahmad dan Malik. Adapun pendapat Imam Syafi'i yang kedua adalah dia dihukum bunuh, baik pelaku maupun objeknya.”
Mazhab Hanafiyah (peng-ikut Imam Abu Hanifah) berpendapat, "Dia wajib dihukum ta’zir jika menurut imam bisa membuat jera pelakunya. Namun, jika ia mengulangi perbuatannya lagi maka ia dihukum bunuh dengan pedang.”
Inilah dalil-dalil yang menerangkan tentang ketetapan hukum bunuh, baik pelaku maupun objeknya, sebagaimana pendapat jumhur mujtahidin :

O Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah bahwa Rasulullah Saw bersabda:

"Jika kalian mendapati orang melakukan perbuatannya kaum Luth (homoseksual) maka bu-nuhlah pelaku dan objeknya."
O Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan selainnya dari hadits Mifdhal bin Fidhalah dari Ibnu Juraij dari 'Ikrimah bahwa Nabi Saw bersabda:

"Bunuhlah oleh kalian pelaku dan objeknya, dan bunuhlah juga orang yang menyetubuhi binatang."
3.   Solusi yang tepat untuk memberantasnya
Solusi persoalan ini pada dasarnya adalah sama dengan solusi yang diambil dalam menanggulangi kebiasaan onani, mengingat kedua-nya sama kondisinya sehingga tidak perlu kami mengulangi penjelasannya.
Kami menambahkan-kepada para pembaca sekalian-solusi yang lainnya yaitu bahwasanya umat ini tidak akan menjadi baik kecuali dengan mengikuti kebaikan umat terdahulu. Jika umat kita terdahulu itu menjadi baik lantaran risalah islam yang menjadi syariat dan undang-undang, di dapati kemuliaan berada di bawah naungannya, kekuatan, kemenangan, dan peradaban tatkala berjalan sesuai dengan prinsip dan hukum yang di ajarkannya. Maka tidak layak bagi umat kita hari ini kecuali mengikuti kebaikan para pendahulu, sehingga akan terealisasi kembali kemuliaan umat yang terampas, dan kekuatan, daulah, dan kemantapannya yang hilang. Kita akan kembali kepada keadaan semula yaitu menjadi sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia sebagai pemberi petunjuk, teladan, pemberi dan kekuatan. Semoga Allah Swt meridhoi sosok Khalifah yang lurus yaitu Umar bin Khatab yang mengatakan:
"Kami adalah suatu kaum yang telah di muliakan Allah dengan Islam, sekiranya kami mencari kemuliaan selain yang telah Allah gunakan untuk memuliakan kami, maka Allah akan menjadikan kami terhina." (Diriwayatkan oleh Al- Hakim)
Disebutkan dalam sebuah syair:
Jika keimanan telah sirna maka
sirnalah rasa aman
Dan dunia tidak akan didapati lagi
orang yang menghidupkan agama
Dan barangsiapa rela hidup tanpa
agama
Maka ia telah menjadikan kesia-siaan
sebagai teman hidupnya Berpijak pada prinsip yang telah diletakkan oleh Rasulullah Saw, yaitu:

“Tidakboleh membahayakan diri sendiri dan menimpakan bahaya kepada orang lain."
Dan sebagai pengamalan terhadap perintah Allah Swt:
 
"... Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan ..." (QS. Al-Baqarah [2]: 195)
Dan melaksanakan kewajiban tanggung jawab yang telah diterapakan oleh Rasulullahggmaka wajib atas para pendidik (terlebih lagi kepada para orang tua) untuk melaksanakan sarana penjagaan terhadap anak-anak mereka dan melaksanakan setiap upaya yang bisa menjaga si buah hati. Sehingga mereka bisa terhindar dari bahaya yang senantiasa mengancam mereka dan peristiwa-peristiwa yang menyedihkan yang akan mengintai mereka. Bahkan, terkadang bisa mengakibatkan kematian.
***
Pertama, Kami paparkan kepada para pembaca sekalian perkara-perkara terpenting dalam mengurangi bahaya tersebut. Diambil dengan sedikit perubahan dari kitab Al-Musykilat As-Sulukiyyah (Problematika Moral) karya Dr. Nabih Al-Ghibrah, hlm. 177.

"Sesungguhnya kedisiplinan secara logis, teratur, sederhana, dan konsisten yang kita ciptakan untuk anak-anak sangat penting untuk menjaga keselamatan mereka, di samping upaya mereka untuk mendapatkan ketenangan. Dan sesungguhnya penjagaan anak pada tahun- tahun pertama itu diserahkan kepada keluarga, dan keluarga bertanggung jawab terhadap semua bentuk kelalaian. Sedangkan pada tahun kedua, anak hendaknya di didik untuk berusaha menghindari berbagai macam bahaya dengan cara mengajari kepada anak secara lembut agar tidak menyentuh alat pemanas, api, atau benda panas lainnya secara gegabah. Sebaiknya kita mengingatkannya bahwa benda tersebut panas, menyakitkan, dan menyengat jika disentuh. Dengan demikianmakaanakakan takut dan menghindarkan diri darinya, dan jika kita mendapati anak kita tidak bisa menyentuh kursi, lalu di tangannya tidak ada sesuatu yang bisa menyakitinya atau tidak didapati sesuatu juga di atas tanah yang bisa menyakitinya jika ia terjatuh, maka tidaklah mengapa membiarkannya jatuh namun kita tetap berjaga-jaga, kemudian kesempatan itu kita gunakan untuk mengajarinya supaya berhati-hati. Intinya, harus ada keseimbangan antara pengajaran dan penjagaan, bagi keluarga hendaknya memiliki rasa tanggap jika mendapati anak dalam bahaya di saat bermain, kemudian juga berhati-berhati terhadap tingkah laku anak yang tidak lazim.”
Kedua, Selanjutnya kami paparkan beberapa langkah untuk mengurangi bahaya-bahaya yang telah disebutkan di atas, di antaranya adalah sebagai berikut (ini bersifat wajib):
1.   Menempatkan zat yang beracun di tempat yang terkunci, dan kunci hendaknya disimpan di tempat yang aman. Di samping itu wajib juga menulis nama kandungan racun tersebut di kaca dengan tulisan yang jelas. Jangan letakkan kaca berdekatan dengan makanan. Racun ini bermacam-macam jenisnya sesuai dengan kegunaannya. Yang paling banyak adalah yang digunakan untuk membasmi serangga dan kuman.
2.   Membuangsisa-sisaobatyangtidaklagi dibutuhkan. Tidak meningggalkannya di tempat yang mudah dijangkau anak- anak. Sebaiknya ketika mengonsumsi obat jangan sampai terlihat oleh anak. Karena anak itu suka meniru. Perlu diketahui bahwa berita tentang kasus anak yang keracunan obat-obatan tidak sedikit. Apabila kita hendak memberikan obat kepada anak, maka wajib dipa-hamkan bahwa itu adalah obat bukan minuman. Lebih baik menaruhnya di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak supaya terjaga kemanannya.
3.   Meletakkan penghalang yang bisa menjaga dari sumber-sumber kebakaran seperti alat pemadam yang beraneka macam bentuknya, alat pemanas, juga alat masak, jika dimungkinkan anak bisa menjang
kaunya karena masa yang mulai merangkak dan berjalan. Jika tidak demikian maka kemungkinan akan terjadi hal yang tidak diharapkan. Sudah berapa banyak anak-anak yang terbakar oleh alat-alat pembakar, pemanas, dan yang serupa dengannya.
Wajib juga, untuk melarang anak-anak bermain dengan benda yang mudah terbakar, seperti korek api. Maka dari itu, letakkan di tempat yang tinggi yang tidak bisa dijangkau oleh anak-anak.
Berbagai tempat minuman dan alat memasak juga bisa mendatangkan bahaya bagi anak-anak, karena terdapat sumber panas di sana. Berapa banyak ibu yang lalai akan alat-alat masaknya dan tempat penggorengan yang terdapat sesuatu yang panas. Kemudian mengenainya dan menyebabkan cacat, luka bakar, dan sakit yang berkepanjangan.
Berapa banyak para ibu yang teledor, yang menaruh teko teh di tepi meja, atau di atas lantai, atau di atas kursi,kemudian anak terkena air tersebut atau air tersebut mengenai anak sehingga menjadikan bahaya yang besar.
Wajib untuk menghindarkan anak dari permainan-permainan yang mengandung unsur api, agar anak tidak terluka karenanya.
Wajib mewaspadai alat-alat listrik yang mengandung bahaya agar anak- anak tidak terkena alirannya yang berbahaya.
Menghindarkan anak dari benda- benda tajam seperti gunting, pisau, pedang, dan benda-benda lain yang terbuat dari kaca agar anak terhindar darinya.
r Menghindarkan anak dari melakukan permainan yang berbahaya seperti bermain tali temali dan tarik tambang yang dililitkan di leher. Dan bermain dengan kantong-kantong plastik kemudian memasukkan kepala ke dalamnya. Hal ini bisa membuat anak terjerat lehernya dan tercekik. Wajib juga melarang anak bermain lompat- lompatan sedangkan di mulutnya terdapat makanan, atau melemparkan makanan ke udara kemudian menangkapnya dengan mulut, sehingga makanan akan bisa langsung masuk ke kerongkongan dan bisa menyebabkan tersedak.
6. Atas para ibu untuk tidak menidurkan anaknya di kasur sambil menetekinya, karena yang semacam ini bisa berbahaya. Berapa banyak kita dengar kasus seorang anak dan ibu sama-sama tertidur sedangkan mulut anak masih menempel di tetek. Kemudian dengan miring sedikit saja sang ibu (tanpa sengaja) bisa membunuh anak dengan menindihnya.
Menempatkan jendela-jendela rumah pada posisi tinggi, sehingga anak tidak bisa melampauinya. Wajib pula membuat teras rumah dan halamannya yang luas yang bisa membuat anak menikmati pemandangan dan tidak dapat memanjatnya. Atau paling tidak jika ia memanjat tidak akan membahayakan, berapa banyak kejadian yang menimpa anak pada usia menyenangkan tertimpa bahaya karena meremehkan dalam perkara ini.
8.   Mewaspadai anak di saat menggunakan alat-alat elektronik dan alat-alat listrik, seperti mesin cuci dan pemotong daging. Berita tentang terjepitnya anak dan hilangnya jari karena terkena mesin pemotong tidaklah sedikit.
9.   Mewaspadai terbukanya pintu rumah sehingga tidak menyebabkan anak keluar tanpa pengetahuan ibunya dan ditakutkan akan terjadi kecelakaan.
10.   Waspada tatkala menutup pintu sehingga jangan sampai anak meletakkan jari di sela-sela pintu yang bisa menyebabkan terjepit dan menjadikannya kesakitan.
Dan yang selainnya dari bentuk-bentuk penjagaan yang tidak bisa dihindari oleh siapa saja yang memiliki akal sehat.
Itulah perkara-perkara terpentingyang telah digariskan Islam di dalam mendidik jasmani anak. Semua itu merupakan sarana-sarana prefentif yang hendaknya dilaksanakan para orang tua dan pendidik. Kami yakin generasi kita saat ini akan menjadi sehat, kuat, dan merasakan keamanan, kenyamanan, dan ketenangan.
Dapat dipastikan jika umat Islam memiliki akal yang selamat, fisik yang kuat, kemauan yang kuat, semangat yang tinggi, dan kesadaran yang penuh, maka sesungguhnya ia akan menjadi orang yang produktif, pemenang dalam peradaban,
perebut kemenangan dan kemuliaan, serta pejuang dalam merealisasikan kemuliaan Islam dan kaum muslimin. Pada suatu hari nanti kaum muslimin akan bergembira dengan pertolongan Allah yang akan menolong siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
Wahai para pendidik, bapak, ibu, dan para guru..
Inilah satu-satunya jalan hidup Inilah satu-satunya jalan kekuatan Inilah satu-satunya jalan kemuliaan Inilah satu-satunya jalan keabadian Generasi kita hari ini (yang menjadi amanah di pundak Anda) sangat
membutuhkan penerapan pengajaran- pengajaran yang luhur ini. Dan prinsip- prinsip yang kekal di dalam menyiapkan fisiknya, dan membentuk jiwa yang sehat sehingga mereka bisa memikul beban- beban, dan tanggung jawab di dalam memikul amanah risalah Islam ke seluruh dunia. Ini sebagaimana yang telah dipikul oleh para generasi pendahulu dari kalangan shahabat, tabi'in, dan sesudahnya.
Mudah-mudahan generasi kita hari ini bisa membawa umat dari kegelapan kemurtadan, penyimpangan, dan jahiliyah menuju cahaya iman, kemuliaan akhlak, dan hidayah Islam. Dan Allah Mahamampu mewujudkan yang demikian.