Hujroh - Forum Pesantren Indonesia Alumni Pesantren Indonesia Forum      Misi Hujroh
 

Main juga kesini sul:
The Ghurfah Kisah Sukses Alumni Alumni di Luar Negeri Bisnis Online Hikayah fi Ma'had Railfans Dunia Pesantren Ekonomi Islam
Forum  Alumni & Pesantren  Daftar Pesantren di Kalimantan Tengah 
Pondok pesantren Hidayatul Insan Fitta’limuddin Palangkaraya Kalimantan Tengah
Pages: [1]

(Read 467 times)   

Admin

  • Administrator
  • Abadan fi Ma'had
  • ***
  • Admin No Reputation.
  • Join: 2013
  • Posts: 2544
  • Logged

Bismillahirohmanirohim...
Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh....
Hai Soel,
pesantren adalah suatu lembaga pendidikan yang sudah sangat tua sekali, sebelum adanya SD, SMP dan SMA, pesantren lebih dulu mendominasi pendidikan di Indonesia, menilik perjalanan berdirinya pesantren berawal dari ajaran yang dibawa Wali songo, dengan adanya kyai pada suatu tempat kemudian satu-persatu santri mulai ikut belajar dan akhirnya santri terus berdatangan hingga dibuatlah pondok maupun asrama untuk tempat tinggal para santri tersebut, model pondok pesantren ini sebelumnya sudah ada sejak masa hindu budha, mereka dengan para Biksu mempelajari agama dengan asramanya, para Walisongo di Indonesia hanya melanjutkan saja, yang berubah adalah isi dari pelajarannya. Pesantren kemudian berkembang pesat, dari yang awalnya hanya mengkaji kitab-kitab kuning (kitab bahasa arab maupun melayu) hingga sekarang menjadi pesantren modern, seperti pondok pesantren darussalam gontor yang menerapkan pelajaran agama dan pelajaran umum, sehingga santri tidak hanya dibekali ilmu agama saja, tetapi juga ilmu-ilmu umum seperti IPA, IPS, Bahasa inggris dan pelajaran umum lainnya. sistem pendidikannya pun juga seperti sekolah umum. Pada dasarnya , dalam pesantren tradisional, tinggi rendahnya ilmu yang diajarkan lbih banyak tergantung pada keilmuan kiai, daya terima santri dan jenis kitab yang digunakan. Kelemahan dari sistem ini adalah tidak adanya perjenjangan yang jelas dan tahapan yang harus diikui oleh santri. Juga tidak ada pemisahan antara santri pemula dan santri lama. Bahkan seorang kiai hanya mengulang satu kitab saja untuk diajarkan pada santrinya. Pada abad ke tujuh belasan, materi pembelajaran pesantren didominasi oleh materi-materi ketauhidan. Memang pada waktu itu ajaran ketauhidan dan ketasaufan menduduki urutan yang paling dominant. Belakangan, sejalan dengan banyaknya para ulama yang berguru ketanah suci, materi yang diajarkannya pun bervariasi.
Populasi pondok pesantren ini semakin bertambah dari tahun ke tahun, baik pondok pesantren tipe salafiyah maupun khalafiyah yang kini tersebar di penjuru tanah air. Pesatnya pertumbuhan pesantren ini akan sekan mendorong pemerintah untuk melembagakannya secara khusus. Sehingga keluarlah surat  keputusan Menteri Agama Republik Indonesia nomor 18 tahun 1975 tentang susunan organisasi dan tata kerja Departemen agama yang kemudian diubah dan disempurnakan dengan keputusan Menteri Agama RI nomor 1 tahun 2001. melihat dari eksistensi pesantren saat ini, dan persaingan pesantren dengan sekolah umum lainnya menjadikan pesantren sebagai salah satu tingkat pendidikan pilihan untuk membina anak yang berilmu agama dan ilmu umum, seorang yang lulus pesantren dengan ijazahnya bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, dalam kemerdekaan sekalipun, pesantren sangat berperan penting dalam memperjuangkan Indonesia, sangat pantaslah hingga Presiden Joko Widodo menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai hari santri nasional. dalam kemajuan teknologi dan globalisasi ini maka perkembangan anak pun semakin memprihatinkan, melihat dari berbagai berita di televisi swasta maupun nasional, akhlak dan budi pekerti anak semakin meresahkan, dengan adanya berbagai gadget smarphone anak dengan mudahnya mengakses berbagai hal tanpa sepengetahuan orangtuanya, sehingga peran pesantren dalam membina akhlak dan budi pekerti anak sangatlah berperan besar dalam masa-masa perkembangan anak. untuk itulah pesantren sebagai jenjang pendidikan yang salah satunya mampu meredam berbagai kemajuan teknologi tersebut, dengan bekal ilmu agama yang cukup untuk anak dalam mengarungi kehidupan di masa yang akan datang.
Ane mau ngejelasin lagi mengenai salah satu pondok pesantren alumni Gontor yang berada di Luar Provinsi Jawa. Pondok Pesantren ini bernama, Pondok pesantren Hidayatul Insan Fitta’limuddin. Pondok Pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin merupakan lembaga pendidikan yang salah satu orientasinya bergerak dibidang pendidikan keagamaan. Didirikan pada tahun 1987 yang dirintis oleh KH. Ibrahim dan Drs. H. Ahmad Sanusi. Latar belakang yang menjadi motivasi pendirian Pondok Pesantren tersebut adalah karena melihat kondisi beragama di Kota Palangka Raya khususnya dan Kalimantan Tengah pada umumnya yang pada waktu itu sangat kurang, ditandai dengan terbatasnya jumlah sarana pendidikan Agama dan Majelis Ta’lim, kurangnya jumlah pemuka Agama yang memimpin umat, dan pola prilaku masyarakat yang kurang Islami dan bertentangan dengan norma-norma hukum yang berlaku seperti perjudian, minuman keras, masalah kenakalan remaja, dekadensi moral, prostitusi dan sebagainya.  zas yang menjadi landasan operasional dari yayasan Pondok Pesantren meliputi Al-Qur’an dan Al-Hadist,Pancasila serta GBHN 1993/1998 yang menekankan kepada upaya pembinaan terhadap kualitas sumberdaya manusia secara serasi, seimbang dan selaras, sehingga tidak saja ia hanya menguasai IPTEK akan tetapi juga ia memiliki landasan iman dan taqwa yang kuat kepada Allah SWT. Tujuan yang ingin di sampaikan dari kegiatan Pondok Pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin disamping jihad fii sabilillah dalam rangka syiar agama islam adalah membantu pemerintah daerah dalam rangka supaya mewujudkan kualitas sumberdaya manusia, sehingga diharapakan akan mampu menjadi patriot dan pelopor pembangunan serta bersikap dan berperilaku normatif sesuai dengan norma-norma dan kaidah hukum yang berlaku.
Ruang lingkup kegiatan Yayasan Pondok Pesantren yang dilaksanakan pada umumnya lebih ditekankan kepada hal-hal yang berkaitan dengan pembinaan terhadap masyarakat khususnya yang berkaitan dengan aspek keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT,dalam menjalankan salah satu fungsinya sebagai lembaga pendidikan maka pondok pesantren mengadakan pendidikan baik formal maupun non formal. Pendidikan formal yaitu pendidikan berjenjang Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Untuk Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Menggunakan perpaduan antara kurikulum Pondok Pesantren Modern Gontor dan Departemen Agama dan santri sudah dibiasakan untuk berbicara dalam bahasa Arab dan Inggris selama kegiatan belajar dan mengajar berlangsung. Pendidikan non formal adalah TK/TPA dan Madrasah Diniyah Al-Masaiyah yang menggunakan kurikulum Pesantren salafiyah dan Pondok Modern Gontor.
Pondok Pesantren juga menyelenggarakan Majelis Ta’lim yang pelaksanaannya didalam dipusatkan dimasjid Hasbunallah Komplek Pondok Pesantren,antara lain: Pengajian Ibu-ibu setiap hari minggu, Pengajian Bapak-bapak setiap malam jum’at. Untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan santri, diselenggerakan beberapa macam latihan atau kursus yaitu: latihan kepramukan setiap hari kamis sore yang diikuti oleh seluruh santri, Latihan Muhadharah (pidato) dalam tiga bahasa yaitu Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, kursus seni Baca Al-Qur’an, Seni Qasidah / Rebana, Seni Hadrah, Ketrampilan Menjahit, Kaligrafi, Lukis, dan Komputer. Kegiatan social kemasyarakatan pun juga diselanggarakan oleh Pondok Pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin, antara lain meliputi : Penampungan dan Pengasuhan anak yatim piatu dan anak terlantar, Penampungan dan perawatan orang lanjut usia (lansia), Pelayanan masyarakat, dan Pembinaan Mu’alaf. Pondok Pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin terletak di Jalan Sulawesi No.76 Palangka Raya. Letak Pondok Pesantren sangat strategis karena berada di Kota Palangka Raya, dekat dengan pasar atau pusat perbelanjaan dan tempat-tempat yang lain. Pondok Pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin mempunyai sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung atas kelancaran dari kegiatan yang ada. Sarana yang dimiliki antara lain adalah gedung sekolah, kantor, masjid, asrama santri, asrama guru, dan wc / toilet. Untuk saat ini jumlah santri Madrasah Ibtidaiyah 280 santri Madrasah Tsanawiyah 140 santri, Madrasah Aliyah 128 santri Madrasah Diniyah 150 sedangkan santri yang bermukim di Asrama sebanyak 60
Informasi itu saja yang bisa ane bagikan dan semoga bermanfaat dan bisa dijadikan refernsi buat teman – teman lain yang mau mukim di lembaga pendidikan berbasis pondok pesantren.
Salam Sejahtera...
Wassalamualaikum Warohmatulloho Wabarokatuh...