Hujroh - Forum Pesantren Indonesia Alumni Pesantren Indonesia Forum      Misi Hujroh
 

Main juga kesini sul:
The Ghurfah Kisah Sukses Alumni Alumni di Luar Negeri Bisnis Online Hikayah fi Ma'had Railfans Dunia Pesantren Ekonomi Islam
Forum  Alumni & Pesantren  Daftar Pesantren di Sumatera Selatan 
Profil Pondok Pesantren Modern Daarul Abroor Banyu Asin
Pages: [1]

(Read 7 times)   

anon

  • Proletar
  • *
  • anon No Reputation.
  • Join: 2020
  • Posts: 195
  • Logged


Yayasan Pembelajaran Pondok Modern Daarul Abroor ialah Lembaga Pembelajaran Islam yang mempraktikkan keterpaduan antara bentuk pembelajaran modern serta klasik. Kurikulum yang digunakan merupakan kurikulum Kulliyyatu- l- Mu’ allimin Al- Islamiyyah( KMI). Terdapat di Dusun Tirtaharja Rute 14 Kec. Muara Sugihan Kab. Banyuasin Sumatera Selatan.

Perintis serta Penggagas Pondok Modern ini merupakan K. H. Edy Sunari, B. A., alumni KMI Pondok Modern Darussalam Gontor th. 1972 serta IPD Gontor th. 1975. Perintisan Pondok Modern Daarul Abroor diawali pada tahun 1985 dengan dibukanya tahapan pembelajaran Madrasah Tsanawiyah( MTs). Pada tahun 1989 dirintis lah tahapan pembelajaran Madrasah Ibtidaiyah( MI) yang dilanjutkan dengan dibukanya tahapan pembelajaran Madrasah Aliyah( MA) pada tahun 1992.

Saat ini sehabis 30 tahun berjalan, Pondok Modern Daarul Abroor sudah mempunyai 3 cabang ialah Pondok Modern Daarul Abroor 2 di Rute 18 Kec. Muara Padang Banyuasin, Pondok Modern Daarul Abroor 3 di Rute 13 Muara Sugihan Banyuasin dan Pondok Modern Daarul Abroor 4 di Desa Air Sabut Pagar Gunung Kec. Lubai Kab. Muara Enim Sumatera Selatan.

Pendirian pesantren ini sesungguhnya dimulai dari catatan arahan pesantren Gontor dikala itu( K. H. Pemimpin Zarkasy, KH. Ahmad Sahal serta KH Zainuddin Fannani), tempat di mana KH. Edy Sunari sempat jadi santri, pada anak didiknya buat mendirikan seribu Gontor. Hingga, sesudah berlatih serta berbakti di Gontor sepanjang 9 tahun, K. H. Edy Sunari berupaya menciptakan impian para Kiainya buat mendirikan pesantren.

Tempat dini yang diseleksi buat mendirikan pesantren merupakan di wilayah sendiri, ialah di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Namun sebab suasana politik pada dikala itu tidak mendukung pendirian pesantren itu belum bisa direalisasikan. Apalagi luang K. H. Edy Sunari ditilik di Kodim cuma sebab sedemikian itu aktif mendakwahkan Islam. Di sisi itu, menabur asumsi di warga kalau alumni Gontor merupakan alumni Muhammadiyah, alhasil masyarakat di area Kabupaten Pandeglang yang kebanyakan NU berupaya menyangkal kehadiran K. H. Edy Sunari.

Setelah itu K. H. Edy Sunari berangkat ke Jakarta serta jadi Daya Kegiatan Ikhlas BUTSI( Tubuh Upaya Daya Ikhlas Indonesia) di dasar DEPNAKER yang bekerja menolong Penguasa Dusun Terabaikan buat memesatkan pembangunan yang setelah itu dikirim ke Sumatera Selatan bersama 61 TKS( Daya Kegiatan Ikhlas) yang lain.

Sebab pada awal mulanya mau mendirikan pesantren, hingga kala hingga di tempat kewajiban juga kemauan ini lalu direalisasikan. Sampai pada dikala berakhir kewajiban pada tahun 1985, K. H. Edy Sunari menyudahi bagaikan TKS BUTSI serta kembali ke Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan buat mewujudkan keinginan mendirikan pesantren.

Bagi dia, sesungguhnya beliau ditawari buat kembali jadi TKS serta hendak ditempatkan di area Timur yang pada dikala itu amat jauh terabaikan, namun memandang situasi wilayah transmigrasi yang dibiarkan pula dalam kondisi kosong dari da’ i serta Daya Instruktur Dusun, di sisi maraknya program pemurtadan oleh agama lain serta lemahnya tingkatan keberagamaan warga di situ, membuat K. H. Edy Sunari lebih memilah menyudahi serta dengan cara batin batin kembali ke Air Sugihan untuk berceramah sekalian menolong memesatkan perkembangan pembangunan di area perairan Banyuasin.

Buat menyambung hidupnya bersama istri serta anak, K. H. Edy Sunari bertugas bagaikan sekretaris KUPT( Kepala Bagian Pemukiman Transmigrasi) alhasil memperoleh dorongan beras, minyak, dan lain- lain begitu juga para transmigran yang lain. Tidak hanya jadi sekretaris KUPT, beliau pula jadi Da’ i transmigrasi serta Da’ i Badan Ajakan dari tahun 1985- 1986. Pada tahun 1987 jadi Da’ i Badan Ajakan Rabithah Alam Islami sampai tahun 2000.

Aksi dini buat mewujudkan pendirian pesantren merupakan dengan mendatangi rumah per rumah di Dusun Tirtaharja serta memahamkan mereka hendak berartinya pembelajaran serta sekolah sekalian mensosialisasikan pendirian Madrasah Tsanawiyah serta memohon dorongan bagus akhlak, daya ataupun anggaran dalam upaya perintisan Madrasah Tsanawiyah ini.

Kesimpulannya, pada bulan Mei tahun 1985, dengan dorongan warga, petugas rezim Dusun dan KUPT dimulailah perintisan Madrasah buat awal kalinya di Kecamatan Muara Padang( dikala itu kecamatan Muara Sugihan belum tercipta) dengan jumlah anak didik dikala itu sebesar 20 orang. Sebaliknya ruang yang digunakan buat aktivitas berlatih membimbing sedang menumpang di gedung dusun sebab sedang belum memiliki lokal berlatih.

Buat daya pengajarnya sendiri didapat dari aparat KUPT dan figur warga di Dusun Tirtaharja ataupun dari Dusun orang sebelah yang sempat membimbing di wilayah asalnya. Buat honor para guru yang terdapat, K. H. Edy Sunari berupaya memperoleh dorongan dari para Ikhlas hati Mukmin di Kota Palembang, karena duit yang masuk dari anak didik amat sedikit dampak jumlah anak didik yang cuma 20 sebaliknya daya guru yang terdapat sempat menggapai 18 Guru.

Merambah tahun ketiga, kategori 3 menaiki langgar Transmigrasi bagaikan tempat berlatih membimbing, karena gedung dusun dikala itu cuma dapat menampung 2 kategori saja. Baru kala merambah tahun 1987, kategori 1 serta 2 MTs dipindahkan ke lokal berlatih baru yang posisinya di sisi langgar transmigrasi. 2 lokal berlatih yang berupa pentas dengan berdindingkan kediaman dan berbumbungkan seng ini merupakan dorongan dari IKPM( Jalinan Keluarga Pondok Modern Gontor) Palembang. 2 lokal berlatih ini berdiri di atas tanah seluas 3 ha yang ialah sumbangan dari penguasa, serta tanah inilah yang setelah itu hari jadi areal Pondok Pesantren Modern Daarul Abroor.

Pada awal- awal perintisan, timbul banyak rumor serta kekhawatiran pada warga kalau MTs Daarul Abroor ini tidak dapat memperoleh sertifikat semacam di sekolah Negara, alhasil banyak yang sedang meneruskan sekolahnya ke sekolah lain walaupun jarak sekolah dari rumah mereka lumayan jauh. Namun, semenjak alumnus kategori 3 MTs dapat memperoleh sertifikat semacam SMPN, hingga mulai banyaklah para anak didik yang ingin memasukkan dirinya ke MTs ini, apalagi mereka yang tiba buat menempuh pembelajaran bukan cuma dari Kec. Muara Padang saja, namun dari Kec. Makarti serta Kec. Saleh.

Visi dari Pesantren ini adalah “Terciptanya Generasi Islam yang beriman dan bertaqwa kepada Allah   SWT serta berwawasan luas”.

Misi:
1.   Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia baik Imtaq maupun IPTEK.
2.   Melaksanakan Syiar Islam.
3.   Menjalankan Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

Jenjang pendidikan yang ada di Pondok Modern Daarul Abroor hingga saat ini adalah:
1.   Taman Kanak-Kanak (TK).
2.   Madrasah Ibtidaiyah.
3.   Madrasah Tsanawiyah
4.   Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) setara dengan SMP/MTs dan SMA/ MA.

Tenaga Pendidik
Tenaga kependidikan di Pondok Modern Daarul Abroor adalah para Kader Pondok yang telah menyelesaikan studinya tingkat S1 dan S2 (baik jurusan Agama maupun umum) pada perguruan tinggi maupun Pondok Pesantren yaitu Univ. Muhammadiyah Malang, Univ. Tridinanti Palembang, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Univ. Sriwijaya Palembang, Univ. Bina Darma Palembang, Univ. Muhammadiyah Palembang, UIN Raden Fatah, Univ. PGRI Palembang, KMI Darussalam Gontor, dan tamatan Pondok Modern Daarul Abroor sendiri.

Sarana Dan Prasarana
1.   Masjid sebagai Pusat Ibadah
2.   Ruang Kelas
3.   Perpustakaan
4.   Laboratorium Bahasa dan Komputer
5.   Asrama Permanen Putra dan Putri + MCK
6.   Dapur Umum
7.   Mini Market dan Kantin
8.   Pusat isi ulang air minum
9.   Ruang Tamu dan Penginapan
10.   Lapangan Olah Raga (Bola, Volly, Takraw, Basket, T. Meja, B. Tangkis, dll)
11.   Agen Pos Daarul Abroor

EKSTRAKURIKULER
1.   Tahfidz
2.   Klub Bahasa
3.   Science Club
4.   Seni dan Keterampilan
5.   Sport Club
6.   Pramuka

ALAMAT
Tirto Harjo, Muara Sugihan, Banyu Asin Regency, South Sumatra 30975